PORTAL KOTA-Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI, Wihadi Wijanto, menegaskan penurunan Pendapatan Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) sebesar 87,4 persen dalam realisasi APBN Semester I 2026 bukan merupakan kerugian riil bagi negara.
Menurutnya, penurunan tersebut merupakan konsekuensi dari pengalihan setoran dividen badan usaha milik negara (BUMN) ke Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
“Ini kan ada perubahan undang-undang terkait dengan kekayaan dipisahkan, dalam hal ini adalah BUMN. Dividen BUMN itu kan memang sudah dialihkan ke PT Danantara, di mana itu merupakan lembaga yang bergerak menghasilkan PNBP dan kemudian menginvestasikan kembali,” ujar Wihadi, seperti dikutip dari DPR RI, Rabu (8/7/2026).
Baca lainnya:
Personality Talk Universitas BSI Dorong Generasi Muda Tingkatkan Daya Saing Lewat Personal Branding
Ia menjelaskan, penurunan tajam pada pos Pendapatan KND telah diperkirakan sejak kebijakan pengalihan seluruh setoran dividen BUMN ke Danantara mulai diberlakukan.
“Setoran dari PNBP itu sekarang langsung ke Danantara. Jadi sebenarnya tidak turun tajam seperti yang terlihat, tetapi posnya yang dibedakan, dipisahkan, karena PNBP yang dari BUMN itu sudah ke Danantara,” tegasnya.
Wihadi menilai Kementerian Keuangan perlu terus mendorong peningkatan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor lain.
Baik yang berasal dari sumber daya alam maupun layanan kementerian/lembaga, untuk mengimbangi pengalihan setoran dividen tersebut. Menurutnya, skema tersebut bukan merupakan kebijakan baru.
Berdasarkan paparan Menteri Keuangan, Pendapatan KND pada Semester I 2026 tercatat sebesar Rp1,5 triliun, turun dari Rp11,8 triliun pada periode yang sama tahun 2025. Penurunan itu terjadi akibat tidak berulangnya setoran dividen BUMN sektor perbankan.
Meski demikian, total PNBP pada Semester I 2026 tetap mencatat pertumbuhan sebesar 21,6 persen menjadi Rp271 triliun.
Baca lainnya:
Pengalaman Nobar di Populico: Bukan Hanya Nonton, Tapi Cerita dan Waktu Berkualitas Bersama Keluarga
Kenaikan tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan dari sektor sumber daya alam (SDA) migas, SDA nonmigas, PNBP kementerian/lembaga, serta pendapatan Badan Layanan Umum (BLU).
Selain itu, outlook postur APBN 2026 memproyeksikan realisasi PNBP dapat mencapai 125,2 persen dari target APBN.
Wihadi menilai proyeksi tersebut menjadi sinyal bahwa strategi diversifikasi sumber PNBP mulai menunjukkan hasil positif. (Ris)







