PORTAL KOTA-Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengingatkan mahasiswa asal Tangsel untuk tetap ingat identitas dan tanggung jawab membangun daerah, meski kuliah di luar kota.
Pesan itu disampaikan Pilar dalam acara Penerimaan Kader Baru Himpunan Mahasiswa Kota Tangerang Selatan di Gedung Layanan Informasi, Rawa Buntu, Serpong, Jumat (17/7/2026).
Ia menyebut Himakotas bukan sekadar organisasi, tetapi wadah pemersatu mahasiswa Tangsel sekaligus tempat pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.
Baca lainnya:
“Himakotas adalah wadah yang menyatukan identitas mahasiswa asal Kota Tangerang Selatan. Di mana pun kalian kuliah, baik di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, maupun kota lainnya, jangan pernah lupa bahwa kalian adalah warga Tangerang Selatan yang memiliki tanggung jawab moral untuk kembali membangun daerah,” kata Pilar.
Pilar menilai Himakotas mendukung pembangunan SDM di Tangsel. Organisasi ini menjadi ruang belajar memimpin, berorganisasi, dan mengembangkan kepedulian terhadap persoalan masyarakat yang tidak selalu didapat di bangku kuliah.
Mahasiswa, kata dia, harus terbiasa berpikir kritis terhadap berbagai persoalan, tidak hanya politik, tetapi juga ekonomi, sosial, pendidikan, dan teknologi.
“Masih banyak persoalan yang harus kita selesaikan bersama, mulai dari kesempatan kerja, kesejahteraan masyarakat, hingga bagaimana Tangsel bisa semakin maju. Mahasiswa harus mampu melihat tantangan itu dan menyiapkan solusi,” ujarnya.
Pilar menegaskan kesuksesan tidak diukur dari jabatan politik. Indonesia membutuhkan lebih banyak profesional yang memberi manfaat bagi masyarakat.
“Jadilah dokter yang hebat, pengacara yang membanggakan, insinyur yang inovatif, ekonom yang berintegritas, atau profesi apa pun yang mampu memberi manfaat. Bangun diri kalian terlebih dahulu, karena kalau belum berhasil membangun diri sendiri, akan sulit membantu orang lain,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak mengabaikan pendidikan. Menyelesaikan kuliah adalah amanah dari orang tua.
“Organisasi itu penting, tetapi kuliah tetap menjadi tanggung jawab utama. Kalian harus menjaga amanah yang diberikan orang tua. Setelah itu, organisasi akan menjadi tempat belajar membangun karakter dan kepemimpinan,” ujarnya.
Pilar juga menyoroti pentingnya penguasaan teknologi. Indonesia masih tertinggal dalam industri berteknologi tinggi, sehingga generasi muda perlu berinovasi.
Ia mengapresiasi perkembangan Himakotas yang kian aktif setelah sempat vakum. Kaderisasi dinilai berjalan baik dan organisasi terus menunjukkan kemajuan.
Baca lainnya:
“Saya rasa Himakotas sekarang tumbuh semakin besar dengan kaderisasi yang berjalan dengan baik. Saya memberikan apresiasi atas nama Pemerintah Kota Tangerang Selatan kepada Ketua Himakotas, Dewan Pembina, dan seluruh pengurus yang telah melaksanakan tugas organisasi dengan sangat baik,” paparnya.
Kegiatan Himakotas seperti turnamen olahraga dan acara kemahasiswaan dinilai efektif mengenalkan organisasi dan menarik minat mahasiswa.
“Mahasiswa harus mengenal Himakotas terlebih dahulu. Setelah bergabung, mereka dibina, belajar berorganisasi, memahami nilai-nilai yang diajarkan, serta menumbuhkan rasa cinta kepada Kota Tangerang Selatan. Harapan kami, lulusan Himakotas menjadi generasi yang sukses, profesional, peduli masyarakat, dan tetap memiliki semangat membangun Tangsel,” pungkasnya.(Eka)













