PORTAL KOTA-Poltekkes Kementerian Kesehatan Jakarta II menggelar pelatihan penguatan kapasitas kader Posyandu Integrasi Layanan Primer bersama Puskesmas Gandaria Utara 2 di Kantor RW 10, Kelurahan Gandaria Utara.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kompetensi kader agar mampu memberikan pelayanan kesehatan terintegrasi yang menjangkau seluruh siklus kehidupan, dari bayi hingga lanjut usia.
Pelatihan diikuti kader Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Gandaria Utara 2. Program ini mendukung transformasi layanan kesehatan primer yang menjadikan Posyandu garda terdepan pelayanan masyarakat.
Baca lainnya:
Ketua Pengusul kegiatan, Prof. Dr. Iskari Ngadiarti, M.Sc, menyatakan transformasi Posyandu menuntut peningkatan kapasitas kader untuk fungsi pelayanan yang lebih luas.
“Posyandu kini tidak lagi hanya melayani ibu hamil, bayi, dan balita. Melalui Integrasi Layanan Primer, Posyandu harus mampu memberikan pelayanan kesehatan yang menyeluruh kepada seluruh kelompok usia,” ujar Dr. Iskari yang dibantu Siti Chodijah dan Muntikah.
“Karena itu, peningkatan kompetensi kader menjadi kebutuhan yang sangat penting agar pelayanan kesehatan masyarakat semakin berkualitas, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Masih ada kader yang belum paham konsep Posyandu ILP, sehingga kegiatan pengabdian ini menjadi penting.
Kader mendapat pelatihan lima langkah Posyandu ILP, mulai dari pendaftaran, pengukuran antropometri, pencatatan data, pelayanan dasar, hingga penyuluhan, konseling, dan rujukan.
Materi mencakup pengukuran tinggi, berat, panjang badan, lingkar lengan atas, lingkar kepala, lingkar perut, dan tekanan darah. Kader juga dilatih skrining gula darah, asam urat, deteksi TBC, kesehatan jiwa, dan gangguan indra.
Pelatihan juga memperkuat pengetahuan gizi setiap siklus kehidupan, gizi seimbang, serta keterampilan komunikasi edukasi masyarakat.
Dr. Iskari berharap kader mampu melakukan pengukuran akurat, skrining kesehatan, pencatatan baik, serta edukasi, konseling, dan rujukan tepat.
“Kami berharap para kader mampu melakukan pengukuran secara akurat, melaksanakan skrining kesehatan, mengelola pencatatan dengan baik, serta memberikan edukasi, konseling, dan rujukan yang tepat.”
Baca lainnya:
“Dengan demikian, deteksi dini masalah kesehatan dapat dilakukan lebih cepat sehingga upaya pencegahan maupun penanganan kasus menjadi lebih efektif,” katanya.
Kolaborasi Poltekkes Kemenkes Jakarta II, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan Puskesmas Gandaria Utara 2 diharapkan memperkuat peran kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan.
Penguatan kompetensi kader menjadi langkah strategis menuju layanan kesehatan primer yang responsif, terintegrasi, dan siap menjawab tantangan kesehatan masyarakat ke depan.(Eka)







