PORTAL KOTA-Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Seni Budaya Pimpinan Pusat (LSB PP) Muhammadiyah resmi ditutup pada Sabtu (11/7/2026) di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Menteng Raya, Jakarta Pusat.
Penutupan Rakernas tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis sebagai arah pengembangan seni dan budaya di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah.
Ketua LSB PP Muhammadiyah, Gunawan Budiyanto, mengatakan rekomendasi yang dihasilkan berorientasi pada penguatan potensi seni dan kebudayaan Muhammadiyah.
Baca lainnya:
Menurutnya, pengembangan sektor tersebut tidak dapat dilakukan oleh LSB sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi dengan berbagai institusi yang memiliki perhatian terhadap bidang seni dan budaya.
“Tentu dalam pengembangan sektor ini, LSB tidak bisa bekerja sendiri, tetapi harus bekerja sama dengan berbagai institusi yang menekuni seni dan budaya,” ujar Gunawan melalui siaran pers PP Muhammadiyah.
Ia menjelaskan, LSB PP Muhammadiyah tengah menyusun arsitektur pengembangan seni dan budaya yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam Berkemajuan sebagai landasan gerakan Muhammadiyah.
“LSB mencoba menyusun arsitektur seni budaya modern yang tetap berlandaskan nilai-nilai seni budaya yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam Berkemajuan. Arsitektur seni budaya modern itu seperti apa, inilah yang menjadi tugas kita bersama,” katanya.
Salah satu rekomendasi strategis yang dihasilkan Rakernas adalah mendorong pendirian fakultas maupun program studi seni dan budaya di Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA).
Namun, Gunawan menegaskan rekomendasi tersebut tidak bersifat mengikat. Keputusan tetap berada di tangan masing-masing PTMA sesuai dengan kesiapan institusi dan kewenangan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.
“Kami memberikan rekomendasi. Bagi PTM yang sudah mampu, silakan menyiapkan kurikulum serta berbagai aspek pengorganisasiannya. Namun keputusan sepenuhnya berada di PTM. Kami tidak menarasikan ini sebagai sebuah kewajiban,” ungkapnya.
Selain itu, LSB PP Muhammadiyah juga menegaskan komitmennya untuk terus menyusun strategi kebudayaan sebagai pedoman pengembangan seni dan budaya di seluruh tingkatan organisasi.
Sebagai langkah konkret, LSB telah menyusun blueprint pengembangan yang berpijak pada tiga pilar utama, yakni penguatan arena kebudayaan, pengembangan seni dan budaya di Perguruan Tinggi Muhammadiyah, serta perumusan posisi Muhammadiyah dalam arena ekonomi-politik kebudayaan.
Baca lainnya:
Blueprint tersebut juga mencakup penyusunan fikih kebudayaan dan petunjuk teknis resmi sebagai panduan implementasi di lingkungan Persyarikatan.
Melalui berbagai langkah tersebut, Gunawan berharap Muhammadiyah semakin dikenal tidak hanya sebagai gerakan Islam Berkemajuan, tetapi juga sebagai gerakan yang memiliki kontribusi nyata dalam pengembangan seni dan kebudayaan.
“Harapan saya, ke depan kita tidak hanya melihat Muhammadiyah sebagai gerakan Islam Berkemajuan, tetapi juga menegaskan bahwa Muhammadiyah adalah gerakan budaya berkemajuan,” tutupnya. (Ris)









