PORTAL KOTA-Yayasan Vardhana Nawasena Network (VNN) resmi diluncurkan melalui rangkaian acara penayangan dokumenter WANAM dan peresmian yayasan di Hotel GranDhika Iskandarsyah, Blok M, Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Peluncuran mengusung tema “Memperkuat Nasionalisme Kebangsaan dan Menyiapkan Generasi Pemimpin dalam Mendukung Swasembada Pangan Nasional di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global.”
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun Indonesia yang lebih tangguh dan berkelanjutan, khususnya dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional.
Baca lainnya:
Kemenag Siap Tutup Pesantren Terlibat Pelanggaran, Santri Dipindahkan ke Tempat Aman
Peresmian dihadiri jajaran direksi yayasan yang sekaligus menyampaikan keynote speech dan meresmikan Yayasan Vardhana Nawasena Network.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya cendekiawan Prof. Yudi Latief, serta perwakilan dari unsur pemerintahan, akademisi, media, dan masyarakat sipil.
Rangkaian acara diawali dengan prosesi peluncuran yayasan dan pemutaran video yang memaparkan visi serta misi organisasi.
Selanjutnya, peserta menyaksikan penayangan dokumenter WANAM yang mengangkat pentingnya ketahanan pangan sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi talkshow yang membahas swasembada pangan, proyek strategis nasional, serta pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
Ketua Yayasan Vardhana Nawasena Network, Martin Aprildo, mengatakan yayasan tersebut dibentuk sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan gagasan, riset, kepemimpinan, dan aksi nyata untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan di Indonesia.
Menurutnya, Vardhana Nawasena Network diharapkan mampu menjadi wadah yang mendorong lahirnya solusi berbasis pengetahuan melalui sinergi berbagai pemangku kepentingan.
Baca lainnya:
Kemnaker dan Komisi IX DPR RI Sepakat Perkuat Kualitas MagangHub 2026
“Vardhana Network Foundation hadir sebagai lembaga independen berbasis pengetahuan yang secara khusus mengintegrasikan riset, pendidikan kepemimpinan, advokasi kebijakan, dan kolaborasi strategis guna menghasilkan dampak yang nyata bagi masyarakat,” ujar Martin Aprildo.
Dalam sesi Orasi Kebangsaan, Prof. Yudi Latief menekankan pentingnya membangun kepemimpinan nasional yang berintegritas sebagai fondasi menghadapi berbagai tantangan masa depan.
Menurutnya, kepemimpinan tersebut harus dijalankan secara demokratis dan selalu berorientasi pada kepentingan publik, terutama di tengah dinamika global yang terus berkembang. (Ris)







