Transformasi Danantara, Pupuk Indonesia Catat Laba Rp8,51 Triliun

PORTAL KOTA – Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengatakan transformasi bisnis di bawah Danantara tidak hanya mendongkrak laba perusahaan, tetapi juga membuat pupuk bersubsidi lebih cepat dan mudah dijangkau petani.

Sepanjang semester I 2026, Pupuk Indonesia membukukan laba bersih Rp8,51 triliun, tumbuh 253 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan mencapai Rp59,67 triliun, tumbuh 51 persen, dengan EBITDA Rp14,28 triliun.

“Berkat dukungan pemerintah melalui Danantara transformasi bisnis secara menyeluruh sudah mulai membuahkan hasil berupa capaian kinerja keuangan yang membanggakan. Dengan fondasi keuangan yang semakin kuat, kami optimistis pertumbuhan ini berkelanjutan, bukan hanya untuk kinerja perusahaan, tapi juga untuk kontribusi yang lebih besar terhadap ketahanan pangan nasional,” ujar Rahmad.

Baca Lainnya: 

Transnusa Terbang Perdana Jakarta–Bangkok, Target 75 Persen Load Factor Dua Bulan

Rahmad menjelaskan transformasi memperkuat daya tahan bisnis melalui diversifikasi sumber pendapatan, penguatan segmen non-subsidi, dan perluasan sumber pasokan bahan baku untuk meredam volatilitas harga komoditas.

Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025 menjadi titik balik efisiensi operasional. Perusahaan juga merevitalisasi 7 pabrik dalam 5 tahun ke depan dan menyiapkan ekspansi produk metanol, clean ammonia, dan industrial support.

Di sisi penyaluran pupuk bersubsidi, implementasi sistem i-Pubers dan Perpres Nomor 6 Tahun 2025 mempercepat proses penebusan. Sepanjang 2025, perusahaan menyalurkan 8.110.571 ton, meningkat 10,68 persen. Hingga 12 Juli 2026, penyaluran mencapai 5,13 juta ton atau 52 persen dari alokasi 9,8 juta ton.

“Sejalan dengan agenda transformasi BUMN yang didorong Danantara, semua perubahan struktural ini bermuara pada satu hal, pupuk yang terjangkau dan lebih cepat sampai ke petani, dengan cost yang lebih sehat bagi negara serta menjaga ketahanan pangan,” ungkap Rahmad.

Baca Lainnya: 

Pegadaian Cirendeu Beri Edukasi dan Sembako untuk Puluhan Pengemudi Ojek Pangkalan

Dengan kapasitas produksi 14,8 juta ton per tahun, perusahaan menjamin kebutuhan pupuk dalam negeri sekaligus merespons pasar global tanpa mengganggu pasokan petani.

“Bagi kami, keberlanjutan laba bukan soal mengejar angka tertinggi tiap tahun, tapi memastikan fondasi yang cukup kuat untuk tetap tumbuh meski kondisi global berubah-ubah. Ketahanan bisnis kami bukan hanya soal bertahan dari gejolak industri, tapi juga soal memastikan pertumbuhan ini dirasakan langsung oleh pelaku usaha kecil dan petani di akar rumput,” pungkas Rahmad. (eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *