Portalkota – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan, menyampaikan apresiasi atas dua penghargaan yang diraih Pemerintah Kota Tangsel dalam bidang digitalisasi keuangan daerah.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten dan diumumkan dalam acara Shafara dan Digiwara Festival 2026 di Pondok Aren. Acara tersebut turut dihadiri Gubernur Banten, Andra Soni.
Baca Lainnya:
Sambut Iduladha, IKPP Tangerang Distribusikan 7 Sapi dan 18 Kambing ke Lingkungan Sekitar
Dua Penghargaan: PDRD Non Tunai Tertinggi & Utilisasi Pembayaran Digital Tertinggi
Adapun dua penghargaan yang diraih meliputi:
1) Pemerintah Daerah dengan Rasio Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) Non Tunai Tertinggi
2) Pemerintah Daerah dengan Utilisasi Pembayaran Digital Tertinggi se-Provinsi Banten
TP2DD Tangsel Terbaik di Tingkat Nasional
Pilar menyebut capaian ini menjadi dorongan untuk terus memperkuat pelayanan publik berbasis digital.
Ia menambahkan, capaian tersebut juga diperkuat dengan pengakuan bahwa Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Tangerang Selatan menjadi yang terbaik di tingkat nasional.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dari BI dan tentu ini menjadi semangat kami ke depan untuk pelayanan. Perluasan akses digitalisasi daerah ini juga bisa terus diperkuat oleh Bapenda dan seluruh jajaran OPD Kota Tangerang Selatan,” ujar Pilar, ditulis Selasa (26/5/2026).
Pesan Gubernur Andra Soni: Inovasi Harus Jauh di Depan
Pilar juga mengungkapkan pesan dari Gubernur Banten agar Pemkot Tangsel terus meningkatkan inovasi, mengingat persaingan antar daerah semakin ketat.
Oleh karena itu, prestasi ini harus dipertahankan melalui inovasi yang berkelanjutan.
“Kita juga dalam berinovasi harus jauh di depan yang lain, termasuk sekarang sudah ada QRIS untuk pembayaran PBB. Itu menjadi salah satu poin penilaiannya. Mungkin nanti bukan hanya PBB, pembayaran lainnya juga bisa dilakukan secara digital. Jadi semakin cepat, semakin mudah, akuntabel, transparan, dan penerimaan pajak daerah juga semakin meningkat,” jelas Pilar.
Dorong Ekonomi Syariah: Produk Halal Punya Peluang Besar
Selain itu, Pilar juga menyoroti potensi pengembangan ekonomi syariah di Tangsel, khususnya pada sektor produk halal yang dinilai memiliki peluang besar.
Menurut Pilar, dengan karakter masyarakat yang religius serta dukungan berbagai sektor seperti dunia usaha, pendidikan, dan kesehatan, Tangsel memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekonomi syariah.
“L“Karena ekonomi syariah itu luas, bukan hanya bicara UMKM atau industri kecil semata, tetapi juga terkait sektor ekonomi menengah ke atas. Sebenarnya sistem ekonomi syariah sudah berjalan, tetapi memang ini yang harus terus kita dorong ke depannya,” kata dia.
Baca Lainnya:
Polisi Bongkar Kasus Anak Aniaya Ibu hingga Tewas di Tangsel
MRBJ dan Masjid Besar Gerakkan Ekonomi Syariah di Tingkat UMKM
Ia menambahkan, sejumlah inisiatif ekonomi syariah di tingkat UMKM telah berjalan dengan dukungan komunitas dan masjid-masjid besar di Tangsel. Ke depan, sinergi lintas sektor diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis syariah di daerah tersebut.
“Saya yakin kalau di tingkat UMKM kita dibantu oleh MRBJ (Masjid Raya Bintaro Jaya) dan beberapa masjid besar di Tangsel yang sudah menggerakkan program ekonomi syariah,” tutupnya.
Dengan digitalisasi yang terus diperkuat dan pengembangan ekonomi syariah yang mulai bergerak, Tangsel tidak hanya unggul dalam pelayanan publik, tetapi juga membangun fondasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(uci)













