Aplikasi Sanset: Solusi Digital Pemkot Tangsel untuk Data Aset Terpadu

Portalkota – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) resmi melakukan soft launching aplikasi SANSET (Sistem Administrasi dan Monitoring Aset) dalam kegiatan Sosialisasi Penyusunan Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) Tahun 2027 di Ruang Blandongan, Puspemkot Tangsel.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan bahwa aplikasi Sanset hadir untuk mempermudah penataan dan pengelolaan aset daerah secara terpadu berbasis data digital dan tanda tangan elektronik.

“Ini untuk mempermudah penataan pengelolaan aset, pencatatan dan penarikan data di Tangerang Selatan, baik berupa aset bergerak (terutama aset tanah) maupun aset tidak bergerak,” ujarnya.

Baca Lainnya:

Benyamin Sebut Kadin Tangsel Harus Fokus pada 3 Sektor Jasa

Sistem Akurat, Cepat, dan Efisien

Ia menjelaskan bahwa sistem tersebut akan membantu pemerintah daerah dalam pencatatan hingga monitoring aset milik daerah agar lebih akurat, cepat, dan efisien. Digitalisasi pengelolaan aset menjadi langkah penting untuk mendukung tata kelola pemerintahan modern di Kota Tangerang Selatan.

“Jadi nanti akan menuju kepada data aset yang terpadu, sehingga ke depannya dalam pengelolaan ini dimudahkan,” jelasnya.

Kemendagri: Sanset Bisa Kurangi Korupsi dan Jadi Contoh Daerah Lain

Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Agus Fathoni memberikan apresiasi terhadap inovasi Pemkot Tangsel melalui aplikasi Sanset.

“Kami dari Kementerian Dalam Negeri memberikan apresiasi atas inovasi ini. Dengan Sanset, nanti aset yang ada di Tangerang Selatan bisa lebih terdata, tata kelola bisa diperbaiki, bahkan bisa dimonitor, kemudian bisa dilakukan evaluasi,” ungkapnya.

Menurutnya, digitalisasi aset daerah menjadi bagian penting dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang akuntabel sekaligus mendukung optimalisasi sumber pembiayaan daerah melalui pemanfaatan aset.

Dorong Creative Financing dan 5 Langkah Penting bagi Daerah

Agus Fatoni juga menekankan pentingnya creative financing (strategi pendanaan inovatif) di luar anggaran negara bagi pemerintah daerah, termasuk memaksimalkan pemanfaatan aset daerah dan peningkatan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Kami mendorong daerah agar melakukan creative financing, mengoptimalkan kinerja BUMD, dan juga melakukan inovasi di bidang pajak dan integrasi daerah,” elasnya.

Ia menyebutkan lima langkah penting yang harus dilakukan pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan dan tata kelola pemerintahan:

1. Intensifikasi
2. Ekstensifikasi
3. Peningkatan kualitas SDM
4. Digitalisasi
5. Inovasi

Percepat Layanan, Minimalkan Kebocoran Anggaran

Menurut Agus Fatoni, penerapan sistem digital seperti Sanset dapat mempercepat pelayanan, meningkatkan akuntabilitas, hingga meminimalkan potensi kebocoran anggaran dan praktik korupsi.

“Jadi kalau Tangerang Selatan bisa terus mengoptimalkan dengan melakukan inovasi dan digitalisasi, maka kinerjanya bisa lebih baik, lebih cepat, akuntabel, bisa mengurangi kebocoran, mengurangi korupsi, dan juga bisa lebih mudah dalam mengambil keputusan, karena datanya bisa terhimpun menjadi satu,” tuturnya.

Baca Lainnya:

Resmi Dilantik, KADIN Tangsel Siap Latih Digital UMKM dan Bikin Pasar Digital

Sanset: Terobosan yang Layak Dicontoh Daerah Lain

Lebih lanjut, Agus Fatoni menilai inovasi aplikasi Sanset menjadi salah satu terobosan yang layak dicontoh oleh pemerintah daerah lain di Indonesia.

“Ini termasuk terobosan yang bagus yang bisa ditiru oleh daerah lain. Jadi daerah lain bisa meniru bagaimana bisa membuat aplikasi di internal pemerintah daerah,” tutupnya.

Dengan Sanset, Tangsel tidak hanya menata aset, tetapi juga membangun fondasi tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan bebas korupsi.(uci)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *