Puan Maharani Dorong Pemerintah Cepat Beri Informasi Soal Hantavirus, Jangan Sampai Publik Panik

Portalkota – Ketua DPR RI, Puan Maharani, mendorong pemerintah untuk memberikan ketepatan dan kecepatan informasi mengenai Hantavirus yang belakangan menjadi perhatian. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur kesehatan sebagai langkah antisipasi penyebaran.

“Pemerintah harus hadir lebih cepat dalam memberikan kepastian informasi dan perlindungan masyarakat dalam menghadapi ancaman Hantavirus. Termasuk ketepatan informasi agar masyarakat tenang dan tidak panik dengan munculnya kasus virus ini,” ujarnya dikutip dari laman resmi DPR RI, Senin (11/5/2026).

Baca Lainnya:

Program Istana untuk Anak Sekolah: 546 Pelajar Rasakan Pengalaman di Pusat Pemerintahan

Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar dan di Indonesia

Seperti diketahui, Hantavirus mendapat sorotan global ketika menyerang kapal pesiar mewah MV Hondius di Samudera Atlantik, dengan tiga orang meninggal dunia. Masyarakat dunia waswas karena salah satu variannya, Andes virus, diketahui bisa menular antarmanusia dalam kondisi tertentu.

Sebelum ramai dibicarakan, Indonesia ternyata juga sudah mencatat kasus Hantavirus. Kementerian Kesehatan mengungkap ada 23 kasus yang tersebar di 9 provinsi.

Meski tercatat tiga kematian sejak tiga tahun terakhir, jenis Hantavirus yang ditemukan di Indonesia berbeda dengan yang memicu wabah di kapal pesiar MV Hondius.

Tantangan Besar: Bukan Hanya Medis, Tapi Juga Menjaga Kepercayaan Publik

Puan memandang kemunculan kasus Hantavirus di Indonesia perlu ditangani dengan pendekatan yang tenang, terbuka, dan berbasis perlindungan masyarakat.

“Tantangan terbesar dalam menghadapi munculnya ancaman penyakit yang belum umum perlu dilakukan dari berbagai aspek. Bukan hanya pada aspek medis, tetapi juga pada kemampuan negara menjaga kepercayaan masyarakat melalui informasi yang jelas, langkah antisipasi yang terukur, dan perlindungan yang dapat dirasakan masyarakat,” jelas Puan.

Kekhawatiran Masyarakat Lebih Besar Usai Covid-19

Puan mengingatkan, masyarakat saat ini hidup dalam situasi yang sangat sensitif terhadap isu kesehatan setelah pengalaman pandemi Covid-19.

Meskipun penularan Hantavirus tidak secepat Covid-19, masyarakat sudah pernah merasakan hidup dalam ketidakpastian saat awal Covid-19 muncul, sehingga kekhawatiran terhadap penyakit menjadi lebih besar.

“Karena itu, negara perlu memastikan bahwa setiap informasi mengenai penyakit menular disampaikan secara transparan dan bertanggung jawab agar tidak memunculkan ketakutan maupun kebingungan di tengah masyarakat,” pesan Puan.

Sebagai langkah antisipasi, Puan memandang pemerintah perlu bergerak cepat memastikan masyarakat memahami situasi secara utuh yaitu bagaimana pola penularannya, siapa kelompok yang paling rentan, bagaimana langkah pencegahannya, dan sejauh mana tingkat risikonya bagi masyarakat umum.

Baca Lainnya:

Ketua DPR RI Dukung Wajib Pilah Sampah di Jakarta

Perkuat Komunikasi Publik Kesehatan yang Mudah Dipahami

Puan menilai keterbukaan informasi menjadi bagian penting dari perlindungan publik. Sebab ketika masyarakat tidak mendapatkan penjelasan yang cukup, ruang disinformasi dan ketakutan dapat berkembang lebih cepat daripada penanganan itu sendiri.

“Maka penting agar pemerintah memperkuat komunikasi publik kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat dan mudah dipahami. Bukan hanya berbasis penjelasan teknis yang sulit diakses publik luas. Sosialisasi harus menyentuh langsung akar rumput,” tutupnya.

Dengan kesiapan informasi dan infrastruktur kesehatan yang matang, diharapkan ancaman Hantavirus tidak berkembang menjadi kepanikan nasional—dan Indonesia tetap waspada, tanpa kehilangan ketenangan.(uci)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *