Portalkota – Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Pertemuan tersebut membahas percepatan pengelolaan sampah menjadi energi atau Waste to Energy (WTE) di berbagai wilayah Indonesia.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa Kepala Danantara melaporkan perkembangan program WTE di seluruh Indonesia.
“Kepala Danantara Bapak Rosan Roeslani melaporkan perkembangan program Waste To Energy (WTE) atau program pengelolaan sampah menjadi energi di seluruh Indonesia, khususnya yang berada di kota-kota besar dan padat penduduk seperti DKI Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Bali, dan kota lainnya di Indonesia,” ujar Teddy dikutip dari Setneg.go.id, Kamis (26/3/2026).
Baca Lainnya:
DPR RI: Kebijakan Pendidikan Tak Boleh Tergesa, Dukung PJJ Dibatalkan
Solusi Strategis Atasi Sampah dan Dukung Energi Alternatif
Teddy menjelaskan bahwa program WTE tersebut diharapkan menjadi solusi strategis dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini belum tertangani secara optimal.
Selain itu, program ini akan mendukung penyediaan energi alternatif yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, Teddy menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menginginkan langkah cepat dan terintegrasi dari pemerintah pusat untuk menangani persoalan sampah di daerah.
“Presiden Prabowo menginginkan pemerintah pusat segera mengelola sampah-sampah yang telah lama tidak tertangani dengan baik di daerah untuk segera dibersihkan, dihilangkan, dan dimanfaatkan untuk menjadi energi terutama energi listrik,” terangnya.
Kebijakan Hilirisasi Berbasis Teknologi
Langkah ini menegaskan arah kebijakan pemerintah dalam membangun sistem pengelolaan sampah modern berbasis teknologi, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan sumber daya domestik yang ramah lingkungan.
Dengan pendekatan hilirisasi yang terintegrasi, program Waste to Energy diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong kota-kota di Indonesia menuju masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Baca Lainnya:
PJJ Dibatalkan, Mendikdasmen Pastikan Siswa Tetap Tatap Muka Usai Lebaran
Pertemuan di Hambalang ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam menangani masalah sampah perkotaan secara komprehensif, sekaligus mempercepat transisi energi menuju sumber daya yang lebih ramah lingkungan.(ris)






