PORTAL KOTA – Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti pada di Istana Merdeka, Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menekankan komitmen pemerintah untuk mendorong kualitas pendidikan nasional melalui peningkatan kesejahteraan hingga pengembangan kompetensi guru.
Baca Lainnya:
BKSAP DPR RI Kunjungi Kabupaten Tangerang, Serap Aspirasi Penguatan Ekonomi Daerah
Tunjangan Guru Non-ASN Naik dari Rp1,5 Juta Jadi Rp2 Juta
Dilansir dari laman resmi Kemensetneg RI, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan penyesuaian tunjangan bagi para guru.
“Tunjangan guru sekali lagi sudah dinaikkan. Guru non-ASN tunjangannya dinaikkan dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta, dan guru ASN tunjangannya sebesar gaji pokok,” ujarnya.
Penyaluran Langsung ke Rekening Guru Setiap Bulan
Selain itu, pemerintah juga menerapkan mekanisme baru dalam penyaluran tunjangan tersebut yang disalurkan secara langsung ke rekening masing-masing guru setiap bulannya.
Menurut Mendikdasmen, hal ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah untuk menghadirkan tata kelola yang lebih sederhana dan efektif.
“Ini menunjukkan komitmen Bapak Presiden untuk bagaimana proses birokrasi yang tidak birokratis dan agar guru dapat mendapatkan manfaat langsung dari transfer tunjangan yang ke rekening guru setiap bulan,” ungkapnya.
Beasiswa Guru RPL, 12.500 Guru Target Wisuda Tahun Ini
Di samping peningkatan kesejahteraan, pemerintah juga berkomitmen untuk memperkuat kualitas para tenaga pendidik melalui program beasiswa bagi guru.
Abdul Mu’ti menuturkan program tersebut juga dijalankan melalui sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
“Tahun 2025 kami mengalokasikan beasiswa untuk 12.500 guru yang belum D4 atau S1 dengan beasiswa Rp3 juta per semester. Program ini sudah berjalan dengan sistem RPL, sudah masuk semester kedua, dan insyaallah sebagian akan bisa diwisuda pada tahun ini,” jelasnya.
Baca Lainnya:
DPR: TVRI Harus Segera Sosialisasikan Hak Siar Piala Dunia ke Hotel dan Kafe
Tahun 2026 Alokasi 150.000 Guru, Pendaftaran Masih Dibuka
Lebih lanjut, Mendikdasmen menuturkan bahwa program tersebut masih akan dilanjutkan pada tahun 2026 dengan alokasi sebanyak 150.000 guru dengan nominal beasiswa yang tetap sama.
“Dan sekarang masih proses pendaftaran, karena kami masih terus menunggu para guru untuk dapat mengikuti program ini. Itu yang berkaitan dengan kesejahteraan guru dan peningkatan kualitas guru,” tutupnya.
Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap kesejahteraan dan kompetensi guru terus meningkat, sehingga berdampak langsung pada kualitas pendidikan nasional.(uci)







