PORTAL KOTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional bersama Kementerian Sosial menandatangani Nota Kesepahaman tentang Sinergi Riset dan Inovasi dalam Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial. Penandatanganan oleh Kepala BRIN Arif Satria dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, tersebut menjadi landasan bagi kedua lembaga untuk memperkuat penelitian, pengembangan, dan pengkajian di bidang kesejahteraan sosial.
Baca Lainnya:
Kerja sama ini diarahkan untuk mendukung Kemensos dalam merumuskan, melaksanakan, dan mengevaluasi kebijakan kesejahteraan sosial agar semakin adaptif, terintegrasi, tepat sasaran, dan berbasis bukti. Salah satu fokusnya adalah Program Sekolah Rakyat yang kini menjadi Program Kerja Prioritas Nasional Presiden.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman ini bukan sekadar formalitas kelembagaan, melainkan momentum dan komitmen untuk memperkuat hubungan antara pengetahuan, riset dan inovasi, kebijakan, serta kebutuhan nyata masyarakat.
“Persoalan kesejahteraan sosial tidak semata-mata berkaitan dengan persoalan ekonomi. Kemiskinan dan kerentanan sosial sering kali berkaitan erat dengan keterbatasan akses terhadap pendidikan, kesehatan, gizi, perlindungan sosial, lingkungan yang layak, serta kesempatan untuk mengembangkan potensi. Karena itu, upaya meningkatkan kesejahteraan sosial harus dilakukan secara terintegrasi, lintas sektor, dan berkelanjutan,” ujar Arif.
Menurut Arif, pendidikan memiliki posisi sangat strategis karena menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi. Persoalan seperti kemiskinan, ketimpangan, disabilitas, lanjut usia, perlindungan anak, bencana, perubahan struktur keluarga, hingga transisi demografi saling berinteraksi sehingga membutuhkan kebijakan berbasis bukti.
“Riset dan inovasi membantu kita menjawab pertanyaan mendasar. Apakah kebijakan yang kita jalankan telah menjawab kebutuhan masyarakat? Seberapa efektif intervensi yang dilakukan? Kelompok masyarakat mana yang masih belum terjangkau? Pertanyaan-pertanyaan tersebut membutuhkan data dan bukti yang kuat,” lanjut Arif.
Melalui kerja sama ini, BRIN membuka sejumlah ruang strategis yang dapat dikembangkan bersama Kemensos. Pertama, penelitian, pengembangan, dan pengkajian untuk memperkuat kebijakan kesejahteraan sosial berbasis bukti. Kedua, pengembangan model pelayanan dan intervensi sosial yang inovatif. Ketiga, penguatan sistem perlindungan sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Keempat, penguatan satu data dan indikator kesejahteraan sosial yang tidak hanya melihat sisi ekonomi, tetapi juga akses layanan dasar, kualitas hidup, kerentanan, serta ketahanan keluarga dan komunitas. Kelima, evaluasi dampak kebijakan dan program terhadap kehidupan masyarakat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, pihaknya membutuhkan dukungan riset dan inovasi dalam penyempurnaan tata kelola Sekolah Rakyat.
“Hari ini kami melakukan kerja sama dengan BRIN. Intinya bahwa kami sangat membutuhkan dukungan dari BRIN dalam rangka menyempurnakan dan memperbaiki tata kelola penyelenggaraan Sekolah Rakyat,” kata Saifullah Yusuf.
Baca Lainnya:
Pada kesempatan tersebut, Arif juga menjelaskan sejumlah teknologi tepat guna hasil riset BRIN yang dapat dimanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat. Salah satunya sepatu karet lokal untuk siswa Sekolah Rakyat yang dibuat dengan teknologi one piece injection molding.
Teknologi lainnya meliputi LASAMOR, sistem pengolahan sampah skala rumah tangga; drum dryer untuk memproduksi tepung telur instan dan tepung ubi jalar ungu; serta FASPOL, fasilitas pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak yang telah dimanfaatkan nelayan di puluhan desa.
BRIN juga mengembangkan kapal nelayan berpenggerak listrik yang ramah lingkungan dan mampu menghemat biaya operasional energi hingga 70 persen, serta berbagai alat mekanisasi pertanian dan pengolahan pangan untuk mendukung ketahanan pangan.(uci)













