Portalkota – Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, menyoroti lonjakan harga plastik yang dinilai semakin membebani pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor ekonomi kreatif.
Menurutnya, kenaikan harga plastik yang terjadi di pasaran bahkan mencapai dua kali lipat dan berdampak luas hingga ke berbagai lapisan masyarakat.
“Saat harga plastik naik signifikan, dampaknya langsung terasa pada pelaku usaha kecil hingga industri rumahan yang menjadikan kemasan sebagai bagian dari nilai jual,” ujar Yoyok, dikutip dari laman resmi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Selasa (14/4/2026).
Baca Lainnya:
Fujifilm Indonesia Hadirkan Kehangatan Ramadan Lewat “First Family Photo” di Tiga Panti Asuhan
Kenaikan Harga 30-100 Persen di Berbagai Daerah
Diketahui, harga plastik di Indonesia mengalami kenaikan antara 30 hingga 100 persen di sejumlah daerah.
Harga eceran kini berada di kisaran Rp28.000 hingga Rp49.000 per kilogram untuk jenis tertentu.
Yoyok menjelaskan, lonjakan ini dipicu terganggunya pasokan bahan baku akibat konflik geopolitik di Timur Tengah, yang berdampak pada harga minyak dunia serta biaya logistik dan impor.
UMKM dalam Dilema
Ia menegaskan bahwa kondisi ini membuat pelaku UMKM berada dalam dilema: menaikkan harga produk dengan risiko kehilangan pelanggan atau menanggung biaya tambahan yang mempersempit margin usaha.
“Bagi UMKM, plastik bukan sekadar pembungkus, tetapi bagian dari struktur produksi yang menentukan daya saing,” tegas Yoyok.
Dampak Berantai hingga Konsumen
Yoyok juga mengingatkan bahwa kenaikan biaya produksi pada akhirnya akan berdampak pada konsumen melalui kenaikan harga barang, yang berpotensi menurunkan daya beli masyarakat.
Tidak hanya bagi pedagang bahan kemasan, Yoyok menyebutkan terdapat ribuan pelaku usaha yang bergantung pada kemasan sebagai bagian dari produk mereka.
Baca Lainnya:
DPR RI Dorong Kesehatan Mental Anak Masuk Kurikulum Nasional
Pemerintah diharapkan segera mencari solusi untuk mengatasi lonjakan harga plastik ini, baik melalui stabilisasi pasokan bahan baku maupun kebijakan yang meringankan beban UMKM, agar sektor usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan tidak semakin terpuruk.(uci)






