Pemkot Tangsel Gebrak Pelayanan dengan Ratusan Inovasi, dari Sistem Data Riset hingga Gerakan Cegah Stunting dan TB

PORTAL KOTA-Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus menggenjot lahirnya inovasi di berbagai lini pelayanan publik.

Mulai dari sistem pendataan riset, pengamanan aset digital, aplikasi kepegawaian, hingga puluhan terobosan kesehatan di rumah sakit dan puskesmas, semua diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung dan tepat sasaran.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan, inovasi yang dikembangkan bukan sekadar untuk meraih penghargaan atau gimmick semata.

Baca lainnya:

Setiap gagasan harus berujung pada kemudahan dan kecepatan pelayanan yang dirasakan oleh warga.

“Inovasi itu harus memberikan kemudahan, terutama dalam pelayanan publik bagi masyarakat. Jadi, inovasi dari kita ini harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Benyamin, Kamis (20/8).

Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut pemerintah untuk terus beradaptasi. “Zaman sekarang, semua pelayanan harus berbasis teknologi, sehingga masyarakat merasakan kemudahan dan kecepatan dalam setiap pelayanan yang kita hadirkan,” kata Benyamin.

Beragam inovasi telah lahir dari sejumlah perangkat daerah. Bappelitbangda menghadirkan SISTARI sebagai basis data riset dan inovasi.

Sementara BKAD mengembangkan Petakan Asetku untuk pengamanan aset tanah melalui sistem pemetaan digital berbasis koordinat.

Dispora memiliki aplikasi pelayanan informasi kepegawaian, dan Kecamatan Ciputat Timur meluncurkan SAPU CIPTIM.

Di ranah rumah sakit, RSU Kota Tangsel mengembangkan IMANJA untuk monitoring jadwal dinas real time, SINGANGENIN untuk pengendalian line, serta sistem antrian live pendaftaran.

RSUD Pondok Aren tak kalah dengan HERO untuk pendaftaran online dan DISIKAT sebagai wadah diskusi informasi kesehatan masyarakat.

Yang paling masif adalah inovasi di tingkat puskesmas. Masing-masing puskesmas menghadirkan terobosan sesuai permasalahan kesehatan di wilayahnya.

Mulai dari upaya penanganan tuberkulosis (TB) seperti Ngider TB di Puskesmas Bakti Jaya, SIMO di Bambu Apus, hingga GALA TB di Kedaung dan SAHABAT di Pamulang Timur.

Penanganan stunting juga menjadi fokus, dengan inovasi MENTARI CETING di Ciater, PASTI HEBAT BESTI di Pondok Cabe Ilir, hingga GEMPITA di Setu untuk gerakan remaja putri minum tablet tambah darah.

Sementara penanganan penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes dihadirkan melalui MANIS HADIR UNTUK BERSAMA di Ciputat Timur, GESIT di Jurang Mangu, hingga GAS POL SEGAR MANIS di Lengkong Wetan.

Inovasi juga menyentuh layanan ibu hamil dan anak, seperti JAMBU di Bakti Jaya, MAHABA di Pondok Jagung, hingga Morumpi di Situ Gintung untuk ibu hamil risiko tinggi.

Baca lainnya:

Layanan kesehatan jiwa hadir melalui PEKA SEJIWA di Jurang Mangu, SEJIWA di Lengkong Wetan, dan PELOPOR JIWA di Pondok Kacang Timur.

Total puluhan inovasi telah dikembangkan, menunjukkan komitmen Pemkot Tangsel dalam menghadirkan pelayanan publik yang inklusif, cepat, dan berbasis bukti.

Benyamin berharap semangat inovasi ini terus tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat Tangsel. (Eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed