PORTAL KOTA-Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan terus memperkuat kewaspadaan menghadapi cuaca panas dan musim kemarau melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).
Sistem ini digunakan untuk memantau potensi peningkatan penyakit akibat cuaca panas, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diare akut, dan Demam Berdarah Dengue (DBD), sejalan dengan Surat Edaran Wali Kota Tangerang Selatan Nomor 500.8.5.4/3920/DINKES/2023.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, mengimbau masyarakat untuk menerapkan langkah-langkah pencegahan guna melindungi kesehatan.
Baca lainnya:
Edukasi kepada masyarakat terus ditingkatkan bersamaan dengan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan untuk menangani potensi lonjakan kasus selama musim kemarau.
Dinkes Tangsel mengidentifikasi beberapa gejala gangguan kesehatan akibat cuaca panas yang perlu dikenali masyarakat.
Antara lain keringat berlebih, kulit terasa panas dan kering, jantung berdebar atau denyut nadi lebih cepat, kulit terlihat pucat, kram pada kaki maupun perut, mual dan muntah, serta frekuensi buang air kecil berkurang dengan warna urin kuning pekat.
Apabila mengalami gejala tersebut, masyarakat dianjurkan segera berpindah ke tempat teduh, mendinginkan tubuh menggunakan kain atau spons basah pada pergelangan tangan, leher, dan lipatan tubuh lainnya, memperbanyak minum air putih, serta beristirahat.
Jika keluhan tidak membaik atau semakin berat, masyarakat diimbau segera mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Langkah pencegahan yang direkomendasikan Dinkes Tangsel meliputi memperbanyak minum air putih tanpa menunggu haus, menghindari minuman berkafein, berenergi.
Beralkohol, dan minuman manis, serta menggunakan pakaian berbahan ringan, longgar, dan berwarna terang. Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan berteduh pada pukul 11.00 hingga 15.00 WIB.
Dinkes Tangsel mengingatkan agar tidak meninggalkan siapa pun di dalam kendaraan terparkir, menggunakan tabir surya minimal SPF 30, dan memakai masker saat kualitas udara menurun untuk mengurangi risiko ISPA.
Musim kemarau juga berpotensi menyebabkan keterbatasan ketersediaan air bersih yang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit.
Baca lainnya:
Melalui SKDR, Dinas Kesehatan memantau secara berkala potensi peningkatan kasus di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Upaya ini dilakukan untuk mendeteksi secara dini lonjakan penyakit yang berkaitan dengan musim kemarau sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran.
Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan diri, keluarga, serta lingkungan selama menghadapi cuaca panas dan musim kemarau.
Segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala yang tidak kunjung membaik.(Eka)







