PORTAL KOTA-Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria mengajak keluarga Indonesia menghidupkan kembali budaya menonton bersama (co-viewing) sebagai bagian dari upaya membangun ruang digital yang aman, sehat, dan edukatif bagi anak.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Nezar mengatakan pengalaman menikmati tayangan bersama keluarga tidak hanya mempererat hubungan antaranggota keluarga.
Tetapi juga menjadi sarana bagi orang tua untuk mendampingi anak dalam memilih dan memahami konten yang sesuai.
Baca lainnya:
Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah mengubah kebiasaan masyarakat dalam menikmati hiburan. Aktivitas menonton kini cenderung dilakukan secara individual melalui gawai masing-masing.
“Bahkan ketika keluarga berkumpul di meja makan, sering kali setiap anggota keluarga sibuk dengan perangkatnya sendiri. Karena itu, budaya menonton bersama menjadi penting untuk mengembalikan kedekatan dalam keluarga,” ujar Nezar dalam acara Netflix Family Festival 2026: World of Wonder di Jakarta Pusat.
Nezar menilai kebiasaan menonton bersama memiliki manfaat yang jauh melampaui hiburan semata. Melalui aktivitas tersebut, orang tua dapat berdialog dengan anak mengenai tayangan yang disaksikan sekaligus menanamkan berbagai nilai positif.
“Di situlah proses edukasi berlangsung. Menonton bersama menjadi ruang interaksi keluarga yang mempererat hubungan sekaligus membangun komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak,” katanya.
Ia menjelaskan, konsep co-viewing juga sejalan dengan implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).
Regulasi tersebut bertujuan memastikan anak memperoleh pengalaman digital yang aman melalui pembatasan akses berdasarkan usia serta penyediaan konten yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka.
Nezar turut mengapresiasi langkah Netflix dalam memperkuat pelindungan anak di ruang digital, antara lain melalui penyediaan fitur parental controls, pengembangan kanal Kids and Family, serta penyelenggaraan Netflix Family Festival yang bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional.
“Ini merupakan kontribusi positif dalam membangun ekosistem digital yang lebih ramah anak. Inisiatif seperti ini menunjukkan bahwa pelindungan anak di ruang digital membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, platform digital, pelaku industri kreatif, dan keluarga,” ujarnya.
Baca lainnya:
Selain menghadirkan pengalaman menonton bersama keluarga, festival tersebut juga menyediakan berbagai kelas yang ditujukan bagi para kreator. Program itu menghadirkan praktisi industri animasi dan perfilman internasional untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan.
Nezar mengatakan perkembangan industri film nasional saat ini menjadi peluang besar untuk terus menghadirkan karya-karya lokal yang berkualitas.
“Saya mendapat kabar bahwa film Indonesia saat ini sedang berkembang sangat baik dan mampu bersaing di pasar nasional. Ini momentum yang harus dimanfaatkan untuk terus memperkaya konten-konten lokal yang aman ditonton bersama keluarga, ramah anak, sekaligus mengandung nilai-nilai pendidikan dan inspirasi,” tutupnya. (Ris)







