Pilar Sebut Orang Tua dan Guru Harus Berkolaborasi dalam Pengasuhan Digital

Portalkota – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, mengingatkan ancaman serius yang dihadapi anak-anak di era digital, mulai dari paparan konten negatif di media sosial, perundungan (bullying), hingga kekerasan seksual di lingkungan sekolah.

Menurut Pilar, perkembangan teknologi yang begitu cepat membuat pola parenting atau pengasuhan anak tidak lagi bisa dilakukan dengan cara-cara lama.

“Anak-anak hari ini hidup pada era yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Mereka tumbuh di tengah dunia yang sangat cepat, serba digital, dan penuh pengaruh. Karena itu, pola pengasuhan tidak bisa hanya mengandalkan cara-cara lama, tetapi perlu dibarengi dengan pemahaman, komunikasi, keteladanan, serta kedekatan emosional di dalam keluarga,” ujarnya, ditulis Kamis (14/5/2026).

Baca Lainnya: 

Bukan Sekedar Hunian, Rumah Blandongan Tangsel juga Berfungsi Sebagai Ruang Sosial

Konten Negatif dan Bullying Jadi Ancaman Serius

Dalam forum yang dihadiri guru, kepala sekolah, dan pegiat pendidikan itu, Pilar menilai orang tua dan tenaga pendidik kini menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks.

Perkembangan teknologi membawa dampak positif sekaligus ancaman bagi tumbuh kembang anak apabila tidak dibarengi pengawasan dan pembatasan yang tepat.

“Kita kadang tidak tahu informasi apa yang didapat anak-anak setiap hari dari gawainya. Jangan sampai mereka terpapar konten yang tidak pantas atau kata-kata yang buruk, karena anak-anak adalah peniru yang sangat cepat. Makanya, kita perlu hadir untuk mengawasi itu dalam pola pengasuhan kita,” jelasnya.

Teknologi Digital Tak Bisa Dihindari, yang Negatif Dibendung, Positif Diarahkan

Meski demikian, Pilar menegaskan teknologi digital tidak bisa dihindari karena telah menjadi bagian penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan daya saing generasi muda.

“Kalau kita tidak menggunakan teknologi digital, kita akan tertinggal dari negara lain. Tetapi yang negatif harus kita bendung, sedangkan yang positif harus diarahkan,” ucapnya.

Program Sekolah Aman dan Nyaman, Lawan Bullying dan Kekerasan Seksual

Pilar juga menyoroti maraknya kasus bullying dan kekerasan terhadap anak yang dinilai dapat berdampak panjang terhadap kondisi psikologis korban maupun pelaku.

Pemkot Tangsel telah mendeklarasikan program Sekolah Aman dan Nyaman guna menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan.

“Kalau bercanda tidak masalah, tetapi kalau sudah bullying itu berbahaya. Anak yang dibully bisa kehilangan rasa percaya diri, sementara pelakunya bisa terbiasa melakukan kekerasan hingga dewasa,” kata Pilar.

Ia juga menyinggung kasus dugaan pencabulan anak di lingkungan sekolah yang sempat terjadi dan meminta seluruh pihak lebih waspada. Menurutnya, pendidikan seksual dasar perlu diberikan sejak dini agar anak memahami batasan terhadap tubuh mereka.

“Pendidikan seksual bukan mengajarkan hal yang negatif, tetapi mengenalkan bagian tubuh mana yang tidak boleh disentuh orang lain,” jelasnya.

Guru Bukan untuk Ditakuti, Tapi Menjadi Pengayom

Pilar mengajak para guru meninggalkan pola pendidikan lama yang identik dengan kekerasan fisik dan pendekatan yang menakutkan terhadap siswa.

“Sekarang zamannya berbeda. Guru bukan untuk ditakuti, tetapi menjadi pengayom. Anak-anak sekarang lebih kritis dan berani menyampaikan pendapatnya,” tutupnya.

Pendekatan pendidikan yang lebih interaktif dan menyenangkan akan membuat anak lebih mudah menyerap pelajaran sekaligus tumbuh dengan karakter yang sehat.

Baca Lainnya: 

IPM Tangsel Nomor Satu Se-Banten, Pilar: Peran Pesantren Sangat Besar

Hadapi Era AI dengan Generasi Adaptif

Di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), Pilar mengingatkan pentingnya membentuk generasi yang adaptif dan memiliki daya saing tinggi.

Kolaborasi antara orang tua dan guru menjadi kunci utama melindungi anak-anak dari bahaya digital. Bukan dengan melarang, tapi dengan mendampingi, mengarahkan, dan menjadi teladan.(uci)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *