PORTAL KOTA-Kolaborasi antara Kementerian Kesehatan dan The Lancet Regional Health – Western Pacific dinilai menjadi langkah strategis dalam mendesain ulang sistem kesehatan Indonesia yang lebih inklusif, adil, dan berbasis kebutuhan masyarakat hingga 2045.
Melalui peluncuran Komisi Reimagining Healthcare in Indonesia for 2045, pemerintah berharap sistem kesehatan nasional ke depan mampu menjangkau kelompok masyarakat paling rentan, termasuk yang tinggal di wilayah terpencil dan tertinggal.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa kehadiran komisi ini menjadi tonggak penting, mengingat untuk pertama kalinya komisi jurnal The Lancet diprakarsai dan dipimpin bersama oleh ilmuwan asal Indonesia.
Menurut Budi, capaian tersebut mencerminkan kemajuan ekosistem riset nasional sekaligus membuka peluang lebih besar bagi Indonesia untuk memperkuat kebijakan kesehatan berbasis data dan kajian ilmiah.
Baca lainnya:
Kemenhaj Pastikan Fase Pemulangan Haji 2026 Berjalan Lancar, 66 Persen Jemaah Sudah Tiba
“Kita patut bangga bahwa Indonesia kini melahirkan komisi jurnal Lancet pertama yang dipimpin putra-putri bangsa. Ini menunjukkan kematangan ekosistem riset kita, dan pemerintah menyambut serta mengajak seluruh mitra untuk bersama mewujudkan visi kesehatan 2045,” ujar Budi, dilansir laman Kementerian Kesehatan RI.
Founding Co-Chair Komisi Lancet Regional Health – Western Pacific, Dr. Sandersan Onie, mengatakan komisi ini dibentuk untuk memastikan realitas layanan kesehatan di berbagai daerah Indonesia dapat terdokumentasi dengan baik dan menjadi bagian dari referensi global.
Menurut dia, salah satu fokus utama komisi adalah memastikan kelompok masyarakat termiskin dan terpinggirkan memperoleh akses terhadap layanan kesehatan yang bermutu dan bermartabat.
“Komisi ini pada akhirnya tentang satu hal: memastikan masyarakat termiskin, terpencil, dan paling terpinggirkan di negeri ini dapat menjangkau layanan kesehatan yang bermutu dan bermartabat pada 2045,” ujar Sandersan, melansir laman Kementerian Kesehatan RI.
Sementara itu, Editor-in-Chief The Lancet Regional Health – Western Pacific, Dr. Jie Cai, menilai langkah Indonesia menjadi salah satu sedikit negara yang memimpin langsung komisi jurnal The Lancet merupakan bentuk pengakuan atas kepemimpinan nasional dalam menentukan arah kebijakan kesehatannya sendiri.
Baca lainnya:
Direktur Utama PLN Sebut Pasokan Energi Primer Mulai Normal, Listrik Jawa Berangsur Stabil
Menurut Jie Cai, komisi ini akan mempertemukan keahlian nasional dan internasional untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis bukti yang lebih berkeadilan.
Kementerian Kesehatan berharap hasil rekomendasi dari komisi ini dapat menjadi pemicu bagi seluruh pemangku kepentingan untuk merancang sistem kesehatan masa depan yang lebih tangguh, inklusif, dan merata.
Dengan demikian, transformasi kesehatan tidak hanya berfokus pada layanan di perkotaan, tetapi juga memastikan masyarakat di pulau-pulau terluar memperoleh hak yang sama atas layanan kesehatan berkualitas. (Fit)
Ikuti kami di Saluran Whatsapp













