PORTAL KOTA-Kolaborasi antara Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan PT Pertamina (Persero) dinilai menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem pengembangan kompetensi tenaga kerja nasional yang lebih kuat, adaptif, dan sesuai kebutuhan industri.
Kerja sama tersebut mencakup penguatan program ketenagakerjaan, pengembangan sumber daya manusia, serta pelatihan vokasi di bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan sektor industri strategis nasional.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan peningkatan kualitas SDM masih menjadi tantangan utama dalam memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia di tingkat global.
Baca lainnya:
Kemenkes dan Komisi Lancet Susun Sistem Kesehatan Inklusif untuk Indonesia 2045
Menurut dia, penguatan kompetensi tenaga kerja tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia usaha agar sejalan dengan kebutuhan industri.
“Kerja sama dengan Pertamina merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional, terutama melalui pengembangan pelatihan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri,” ujar Yassierli.
Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza, mengatakan tantangan operasional di sektor energi nasional menuntut kesiapan SDM yang semakin tinggi, baik dari sisi kompetensi teknis maupun budaya kerja.
Menurut dia, keberhasilan operasional perusahaan tidak hanya ditopang oleh infrastruktur, tetapi juga kualitas SDM yang mengelola seluruh rantai bisnis dari hulu hingga hilir.
“Di Pertamina Group, keberhasilan operasi dimulai dari SDM yang mengawakinya. Mereka memastikan seluruh proses berjalan aman, produktif, dan berkinerja tinggi,” ujar Oki.
Ia menjelaskan, setiap hari ratusan ribu pekerja di lingkungan Pertamina Group terlibat dalam menjaga kelancaran distribusi dan produksi energi nasional.
Karena itu, perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga menjunjung tinggi disiplin serta budaya keselamatan kerja yang kuat.
Baca lainnya:
Ayam Gepuk Pak Gembus Perluas Inovasi, Kemendag Siap Fasilitasi Ekspansi Global
Sementara itu, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, berharap kolaborasi dengan Kemnaker dapat menjadi fondasi dalam membangun pusat pengembangan kompetensi keselamatan kerja berstandar nasional hingga regional.
Menurut Iriawan, ruang sinergi ke depan dapat diperluas, tidak hanya pada pelatihan vokasi, tetapi juga pengembangan talenta untuk mendukung transformasi industri, digitalisasi, dan transisi energi menuju Indonesia Emas 2045.
“Saya ingin sinergi ini menjadi tonggak penting dalam membangun SDM Indonesia yang unggul, memperkuat budaya keselamatan kerja, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan pembangunan nasional,” kata Iriawan. (Uci)
Ikuti kami di Saluran Whatsapp







