PORTAL KOTA-Wali Kota Benyamin Davnie menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam mempercepat penurunan angka stunting, menyusul adanya perubahan indikator dari kementerian teknis yang menyebabkan kenaikan prevalensi stunting menjadi di atas 10 persen.
Benyamin mengatakan, pemerintah daerah telah mengambil langkah cepat melalui penguatan Tim Percepatan Penurunan Stunting yang dipimpin Wakil Wali Kota dengan melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah terkait.
Menurutnya, pendekatan lintas sektor menjadi kunci karena stunting berkaitan erat dengan berbagai aspek kehidupan masyarakat, tidak hanya kesehatan.
Baca lainnya:
Hari Anak Nasional, Pemkot Tangsel Soroti Penurunan Stunting dan Peningkatan Harapan Hidup
“Kita intervensi. Pertama, Pak Wakil saya tugaskan menjadi Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting dengan seluruh OPD yang terkait,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sinergi antarsektor dibutuhkan untuk memperkuat layanan kesehatan, memperbaiki akses pangan bergizi, mendukung perlindungan sosial, hingga memastikan infrastruktur dasar yang memadai.
Selain penguatan koordinasi, Pemkot Tangsel juga terus mendorong optimalisasi program Ngider Sehat dan kader Posyandu untuk mempercepat identifikasi kebutuhan masyarakat.
Melalui dua elemen tersebut, pemerintah dapat melakukan intervensi lebih tepat sasaran, termasuk pemberian makanan tambahan (PMT) dan pemeriksaan kesehatan bagi anak-anak dengan kondisi khusus.
“Ngider Sehat sama Kader Posyandu kita dorong untuk terus melakukan identifikasi kebutuhan masyarakat seperti apa,” kata Benyamin.
Ia menegaskan, target penurunan stunting tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah, meskipun indikator penilaian mengalami perubahan.
Pemkot Tangsel menargetkan angka stunting dapat ditekan hingga 7,5 persen pada tahun ini.
Baca lainnya:
Menaker Dorong Penguatan Karakter dan Keterampilan Hadapi Dunia Kerja Masa Depan
Untuk mendukung target tersebut, berbagai infrastruktur penunjang seperti distribusi pangan, pasar, dan sistem pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat akan terus diperkuat.
“Nah, ini berarti semua infrastruktur yang menunjang ke arah itu, termasuk suplai makan dan minumnya, pasarnya, segala macam, ini harus kita benahi,” tuturnya.
Pemkot Tangsel optimistis melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, angka stunting dapat ditekan secara signifikan demi meningkatkan kualitas generasi masa depan. (Ris)







