BINUS University @Alam Sutera Perkuat Solusi Pendidikan di Era Industri Kreatif

PORTAL KOTA-Di tengah perubahan dunia kerja yang berlangsung semakin cepat, keputusan memilih perguruan tinggi kini menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua dan calon mahasiswa.

Pendidikan tinggi tidak lagi dipandang semata sebagai proses akademik, melainkan langkah strategis untuk mempersiapkan masa depan karier.

Kondisi tersebut semakin relevan dengan fenomena career mismatch, di mana sekitar 35–36 persen pemuda Indonesia bekerja tidak sesuai dengan tingkat pendidikan yang dimiliki.

Di sisi lain, laporan World Economic Forum memproyeksikan sekitar 22 persen pekerjaan global akan mengalami perubahan pada 2030.

Baca lainnya:

MODENA Perkenalkan Mesin Cuci dan Microwave Baru di PRJ 2026

Situasi itu menunjukkan generasi muda akan menghadapi dunia kerja yang semakin dinamis dan menuntut keterampilan yang lebih adaptif, kreatif, serta relevan dengan kebutuhan industri.

Di era Artificial Intelligence (AI), perubahan tersebut juga memengaruhi cara mahasiswa belajar, mencari informasi, mengembangkan ide, hingga mempersiapkan diri memasuki dunia profesional.

Menjawab tantangan tersebut, BINUS University menghadirkan Digital Transformation & AI Experience Ecosystem.

Sebuah pendekatan pembelajaran yang tidak hanya mengintegrasikan AI dalam keseharian perkuliahan, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan memahami penggunaan teknologi secara tepat dan bertanggung jawab.

Komitmen tersebut diperkuat dengan capaian BINUS University yang kembali mempertahankan posisinya sebagai universitas swasta terbaik di Indonesia berdasarkan QS World University Rankings 2027. Dalam pemeringkatan yang sama, BINUS berada pada kelompok 901–950 dunia.

Baca lainnya:

Umami Latte dan Floral Frost Jadi Andalan Baru di Sitro dan De’Attic Rooftop

Direktur Kampus BINUS @Alam Sutera sekaligus Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Manajemen, Prof. Dr. Lim Sanny, mengatakan perubahan dunia kerja menuntut perguruan tinggi untuk semakin adaptif dalam menyiapkan mahasiswa.

“Saat ini, dunia kerja berubah dengan sangat cepat. Mahasiswa tidak cukup hanya dibekali teori, tetapi juga perlu mendapatkan pengalaman nyata, kemampuan adaptasi, kreativitas, pemahaman bisnis, serta literasi teknologi. Karena itu, pendidikan tinggi harus mampu menjadi jembatan antara proses belajar di kampus dengan kebutuhan industri,” ujar Prof. Lim.

Ia menambahkan, BINUS @Alam Sutera sebagai Creative Business Campus terus membangun ekosistem pembelajaran yang relevan melalui pengalaman belajar berbasis industri, kolaborasi dengan mitra, Enrichment Program, serta dukungan ekosistem Binusian.

Menurutnya, melalui Enrichment Program, mahasiswa memiliki kesempatan memperoleh pengalaman langsung di dunia industri sebelum lulus.

“Dengan begitu, mereka tidak hanya siap menyelesaikan pendidikan, tetapi juga lebih siap memahami dinamika dunia kerja dan membangun arah kariernya,” katanya.

Baca lainnya:

Menaker Dorong Penguatan Karakter dan Keterampilan Hadapi Dunia Kerja Masa Depan

Prof. Lim juga menegaskan bahwa pemanfaatan AI kini menjadi bagian penting dalam transformasi pendidikan di BINUS.

Melalui ekosistem Digital Transformation & AI Experience Ecosystem, mahasiswa didorong untuk tidak sekadar menggunakan AI, tetapi juga memahami penerapannya secara kritis, etis, dan bertanggung jawab.

“AI sudah menjadi bagian dari ekosistem pendidikan modern. Di BINUS, mahasiswa didorong untuk tidak sekadar menggunakan AI dalam keseharian perkuliahan, tetapi juga memahami bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara tepat, kritis, etis, dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Selain kesiapan karier, faktor finansial juga menjadi pertimbangan penting bagi orang tua dalam memilih pendidikan tinggi.

Baca lainnya:

Bintang Mobile Legends Kairi Rayosdelsol Jadi Magnet di Jakarta Fair 2026

Menurut Prof. Lim, pendidikan harus dipandang sebagai investasi jangka panjang yang manfaatnya dapat dirasakan sejak masa kuliah.

BINUS, kata dia, juga menghadirkan berbagai dukungan seperti beasiswa, pengalaman industri, dan ekosistem pembelajaran untuk membantu mahasiswa berkembang lebih optimal.

Pandangan serupa disampaikan Presiden Direktur PT Meta Life Indonesia sekaligus orang tua mahasiswa jurusan Food Technology BINUS @Alam Sutera, Marjuky CH.

Menurut dia, memilih kampus bukan keputusan sederhana karena menyangkut biaya pendidikan, pilihan jurusan, dan prospek karier anak.

“Sebagai orang tua, tentu kami ingin anak mendapatkan pendidikan yang baik. Tetapi lebih dari itu, kami juga ingin memastikan bahwa pilihan kampus tersebut dapat membantu anak memiliki arah yang jelas untuk masa depannya,” ujar Marjuky.

Ia menilai pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga memberi ruang bagi mahasiswa untuk berkembang melalui pengalaman dan eksplorasi, menjadi salah satu faktor yang memperkuat keyakinannya.

Baca lainnya:

Atria Hotel & Residences Gading Serpong Raih Tripadvisor Travelers’ Choice Award 2026

“Yang membuat kami merasa lebih secure adalah ketika melihat anak tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga berada dalam lingkungan yang mendorongnya untuk berkembang. Ada pengalaman, ada arahan, dan ada ekosistem yang mendukung. Dari situ kami merasa bahwa keputusan memilih BINUS bukan hanya soal kuliah, tetapi juga bagian dari investasi untuk masa depan anak,” tuturnya.

Melalui integrasi pembelajaran akademik, pengalaman industri, pemanfaatan teknologi, jejaring profesional, serta dukungan pengembangan diri, BINUS @Alam Sutera berupaya menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Ke depan, pendidikan tinggi diharapkan tidak lagi menjadi sumber kekhawatiran bagi orang tua, melainkan langkah strategis yang memberikan keyakinan bahwa anak memiliki arah, pengalaman, dan kesiapan menghadapi dunia kerja yang terus berubah. (Ris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *