Portalkota – Pemerintah Kota Tangerang Selatan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional.
Kota Tangerang Selatan berhasil meraih penghargaan Terbaik III Regional Jawa-Bali dalam kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia Tahun 2026.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan kinerja Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam menanggulangi kemiskinan serta mempercepat penurunan stunting secara terpadu dan berkelanjutan.
Selain itu, Pemkot Tangsel juga menerima dana apresiasi sebesar Rp1 miliar dari Kementerian Dalam Negeri.
Penghargaan diserahkan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, kepada Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, dalam rangkaian kegiatan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 di Yogyakarta.
Baca Lainnya:
Satlantas Polres Tangsel Intensifkan Penyisiran Ranjau Paku demi Keselamatan Pengguna Jalan
Kriteria Penilaian: Konvergensi Lintas Sektor hingga Laju Penurunan
Dalam penilaian kategori tersebut, pemerintah daerah dinilai berdasarkan komitmen dan capaian kinerja dalam penanggulangan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting.
Aspek yang menjadi perhatian meliputi konvergensi program lintas sektor, capaian layanan dasar, efektivitas intervensi di tingkat desa atau kelurahan, hingga laju penurunan angka kemiskinan dan stunting sebagai hasil nyata pembangunan.
Stunting Turun Drastis, Kemiskinan Terendah se-Banten
Sebelumnya, Kota Tangsel sempat menyentuh angka 19,9 persen terkait prevalensi stunting. Angka tersebut berhasil ditekan hingga berada di 9 persen. Pemerintah kota menargetkan pada tahun 2027 angka prevalensi stunting di Tangsel menjadi 7,05 persen.
Sementara itu, angka kemiskinan di Tangsel tercatat sebesar 2,36 persen, menjadikannya yang terendah di Provinsi Banten.
Selain capaian angka, inovasi daerah juga menjadi nilai tambah yang menunjukkan kemampuan pemerintah daerah menghadirkan solusi yang kreatif, adaptif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Wali Kota Sebut Ini Hasil Kolaborasi, Bukan Hanya Prestasi Pemerintah
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diraih.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah, pemangku kepentingan, dan masyarakat dalam mendukung berbagai program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup warga.
“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat upaya penanggulangan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting di Kota Tangerang Selatan. Ini bukan hanya prestasi pemerintah daerah, tetapi juga hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat yang selama ini turut mendukung berbagai program pembangunan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Pemkot Tangsel akan terus mengoptimalkan program-program yang menyasar kelompok rentan, meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan, serta memperkuat intervensi yang terintegrasi hingga tingkat wilayah.
“Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa pekerjaan kita belum selesai. Kami akan terus memastikan seluruh program berjalan tepat sasaran, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” terangnya.
Baca Lainnya:
PT IKPP Tangerang Serahkan PLTS Rooftop 8.000 Wattpeak ke TPST 3R Batan Indah
Mendagri: Apresiasi akan Berlanjut dengan Topik Berbeda
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan bahwa penghargaan tersebut diberikan kepada daerah-daerah yang menunjukkan kinerja terbaik dan mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui berbagai program pembangunan.
Mendagri menambahkan, penghargaan tersebut juga menjadi sarana untuk menampilkan berbagai capaian positif pemerintah daerah kepada masyarakat.
Ia menilai masih banyak kepala daerah yang berhasil menunjukkan prestasi dan kinerja yang baik dalam menjalankan pemerintahan sehingga perlu mendapatkan ruang apresiasi.
“Ini (pemberian penghargaan, red) akan berlanjut terus, berlanjut terus gelombang kedua nanti di enam region lagi, tetapi nanti mungkin topiknya berbeda. Bisa saja topiknya nanti mungkin kota bersih, atau mungkin pengelolaan layanan publik, dan lain-lain,” tutupnya.(uci)







