Portalkota – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan bahwa Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR) bukan hanya unit teknis pemantau frekuensi, melainkan perpanjangan tangan negara yang langsung menyentuh masyarakat, terutama saat menjaga konektivitas komunikasi di tengah tantangan geografis Indonesia.
“Balmon adalah wajah pemerintah di daerah. Ketika bencana datang, masyarakat tidak bertanya tupoksi, mereka mencari kehadiran negara. Saya mengapresiasi rekan-rekan Balmon Medan yang telah bekerja melampaui tugas pokok demi menjaga layanan komunikasi tetap hidup,” ujarnya dikutip dari laman resmi Kementerian Komdigi RI, ditulis Minggu (17/5/2026).
Baca Lainnya:
Pendapatan GBK 2025 Tembus Rp812 Miliar, Berkat Optimalisasi Aset dan Dukungan Publik
Peran Balmon Makin Strategis, Tak Cukup dengan Metode Konvensional
Menurut Menkomdigi, peran Balmon semakin strategis seiring pesatnya perkembangan infrastruktur digital nasional. Pengawasan spektrum frekuensi radio tidak lagi cukup dengan metode konvensional, melainkan harus didukung teknologi mutakhir.
“Kita harus berani mengadopsi teknologi baru, termasuk kecerdasan buatan (AI) , untuk menciptakan sistem monitoring yang lebih cepat, efisien, dan adaptif. Meski alat semakin canggih dan mahal, peluang efisiensi yang dihasilkan jauh lebih besar,” jelasnya.
Balmon Garda Terdepan Jaga Ruang Digital Indonesia
Meutya menegaskan seluruh personel Balmon di Indonesia harus terus menjadi garda terdepan dalam menjamin kualitas layanan telekomunikasi bagi masyarakat.
“Terus semangat, terus hadir. Balmon harus menjadi ujung tombak yang andal dalam menjaga ruang digital Indonesia tetap aman, tertib, dan bermanfaat bagi seluruh rakyat,” tutupnya.
Baca Lainnya:
Perpres Publisher Rights Jadi Upaya Pemerintah Hadapi Dominasi Platform Digital
Komitmen Perkuat Pengawasan Spektrum Frekuensi Nasional
Kunjungan ini sekaligus menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah untuk memperkuat pengawasan dan pemanfaatan spektrum frekuensi radio secara nasional, mendukung transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Di tengah gempuran teknologi dan kompleksitas geografis Indonesia, Balmon menjadi benteng terakhir yang memastikan sinyal tetap mengalir—dan negara tetap hadir.(uci)







