Portalkota – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menargetkan penurunan angka stunting hingga mencapai sekitar 7,05 persen pada tahun 2027 melalui penguatan intervensi terpadu lintas sektor. Target ini menjadi bagian dari komitmen serius pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie menegaskan bahwa penanganan stunting menjadi prioritas utama pembangunan daerah karena berdampak langsung pada masa depan generasi.
“Penanganan stunting bukan hanya soal kesehatan, tetapi menyangkut masa depan generasi. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” ujarnya ditulis Jumat (8/5/2026).
Baca Lainnya:
Kongres PSSI Tangsel Tambah Anggota Jadi 58 Klub, Siap Gelar Festival U10 dan U12
Program Penguatan: Gizi Ibu Hamil hingga Pemantauan Tumbuh Kembang
Ia menjelaskan, berbagai program terus diperkuat, mulai dari:
· Pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan balita
· Pemberian makanan tambahan
· Pemantauan tumbuh kembang anak
· Penguatan layanan kesehatan melalui posyandu dan fasilitas kesehatan
Pendekatan Berbasis Data, Intervensi Tepat Sasaran
Pemkot Tangsel juga mengedepankan pendekatan berbasis data untuk memastikan intervensi yang dilakukan tepat sasaran. Hal ini penting mengingat tren prevalensi stunting di wilayah tersebut sempat mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, sehingga diperlukan langkah yang lebih terukur dan intensif.
“Intervensi yang dilakukan harus tepat sasaran. Oleh karena itu, data menjadi sangat penting agar setiap program yang dijalankan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” jelas Benyamin.
Edukasi Masyarakat: Gizi Seimbang hingga Pola Asuh Anak
Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat terus digencarkan, khususnya terkait pentingnya gizi seimbang, kesehatan ibu dan anak, serta pola asuh yang baik dalam mencegah stunting sejak dini.
“Kami terus mendorong kesadaran masyarakat bahwa pencegahan stunting dimulai dari keluarga, terutama dalam pemenuhan gizi dan pola asuh anak,” katanya.
Libatkan Seluruh Perangkat Daerah dan Pemangku Kepentingan
Upaya penanganan stunting di Kota Tangsel juga melibatkan berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Kesehatan, kader posyandu, hingga kolaborasi lintas sektor yang lebih luas.
Baca Lainnya:
Gebyar Tradisi Betawi Tangsel Jadi Ruang Edukasi dan Pelestarian Budaya
Optimistis Target Tercapai
Benyamin optimistis, dengan kerja bersama dan langkah yang terukur, target penurunan stunting dapat tercapai sesuai rencana.
“Kami berkomitmen untuk terus menurunkan angka stunting hingga mencapai target yang telah ditetapkan, sehingga generasi mendatang dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas,” tutupnya.(uci)









