Portalkota – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, secara resmi membuka kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Gelombang 2 Triwulan I Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Tahun 2026 di Gedung Serba Guna (GSG) Kabupaten Tangerang.
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Koperasi harus mampu menunjukkan keberadaannya bermanfaat dan berdampak luas bagi masyarakat.
“Perlu kami tegaskan bahwa keberadaan koperasi tidak cukup hanya sebatas terbentuk secara administratif. Koperasi harus mampu menunjukkan kinerja nyata melalui operasional usaha yang berjalan, pengelolaan yang baik, serta memberikan manfaat langsung bagi anggotanya,” ujar Maesyal dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Tangerang, ditulis Rabu (29/4/2026).
Baca Lainnya:
Pemkab Tangerang Gelar FGD Sejarah, Targetkan Diorama untuk Generasi Muda
Dana Hibah Rp100 Juta Harus Dimanfaatkan Optimal
Ia menjelaskan, seluruh KDKMP telah menerima dukungan dana hibah sebesar Rp100 juta sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong percepatan penguatan koperasi. Dana tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung operasional dan pengembangan usaha koperasi.
“Oleh karena itu, kami menekankan agar dana tersebut segera dimanfaatkan secara optimal, baik dalam pengembangan usaha, penguatan permodalan, maupun peningkatan kapasitas kelembagaan,” jelasnya.
Ingatkan Pentingnya RAT dan Kepatuhan Pajak
Selain penguatan usaha, Bupati juga menekankan pentingnya tata kelola koperasi yang baik. Pemerintah daerah terus mendorong seluruh KDKMP untuk memenuhi kewajiban kelembagaan, termasuk pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) serta kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan.
“Kami mengingatkan kepada seluruh KDKMP agar segera menyelenggarakan RAT Tahun Buku 2025. Selain itu, koperasi juga wajib menyampaikan laporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Badan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Monev Berkala untuk Identifikasi Capaian dan Kendala
Lebih lanjut, kegiatan Monev yang dilaksanakan merupakan bagian dari evaluasi kinerja koperasi pada Triwulan I Tahun 2026. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) Kabupaten Tangerang akan melakukan monitoring secara berkala dan menyeluruh melalui penelaahan data, laporan, serta perkembangan operasional koperasi.
“Melalui metode ini, kami dapat mengidentifikasi capaian kinerja, kendala yang dihadapi, serta tingkat pemanfaatan dukungan yang telah diberikan kepada koperasi,” ungkapnya.
Dorong Koperasi Jadi Pemasok Program MBG
Kepala Diskum Kabupaten Tangerang, Ana Ratna Maemunah, menuturkan bahwa kegiatan monev ini juga menekankan arahan Bupati terkait pentingnya kolaborasi KDKMP dengan SPPG melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), di mana koperasi diproyeksikan menjadi pemasok utama bahan pangan.
Ia menambahkan, untuk mendukung program tersebut, pemerintah daerah telah menjalin kerja sama dengan sejumlah penyuplai seperti Pertamina, Bulog, dan ID FOOD, serta menggandeng Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang dalam pengawasan hukum.
Data: 240 Koperasi Aktif, 34 Masih dalam Pembinaan
“Saat ini, dari total 274 KDKMP, sebanyak 240 koperasi telah aktif beroperasi dan memiliki gerai sendiri, sementara 34 lainnya masih dalam tahap pembinaan karena kendala internal seperti pergantian pengurus. Meski masih terdapat tantangan teknis seperti keterbatasan kuota pasokan, kami terus melakukan pendampingan intensif agar seluruh koperasi dapat beroperasi secara optimal,” paparnya.
Baca Lainnya:
Penyegelan Gereja di Teluknaga, GEKIRA Tegaskan Persatuan Nasional Harus Tetap Terjaga
Komitmen Bersama untuk Koperasi yang Transparan dan Akuntabel
Di akhir sambutannya, Bupati Maesyal menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dan pengurus koperasi. Ia mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan komitmen, integritas, dan profesionalisme dalam pengelolaan koperasi agar semakin kuat, transparan, dan akuntabel.
Dengan monev ini, diharapkan koperasi desa di Kabupaten Tangerang tidak hanya eksis secara administratif, tetapi benar-benar menjadi lokomotif ekonomi rakyat yang membawa keberkahan dan kesejahteraan.(ris)












