Kemenkes Perkuat Edukasi Kesehatan Jiwa Remaja Lewat Program Bedah Buku Nasional

Portalkota-Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terus memperkuat strategi promotif dan preventif dalam penanganan kesehatan jiwa remaja melalui program literasi berbasis sekolah.

Salah satunya melalui kegiatan Bedah Buku: Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis bagi First Aider di Sekolah yang menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian generasi muda terhadap kesehatan mental.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menegaskan, luka psikologis pada remaja kerap tidak terlihat, namun memiliki dampak besar jika tidak ditangani dengan tepat.

Baca lainnya:

Dari Sampah ke Nilai Ekonomi, Presiden Prabowo Perkuat Program TPST Nasional

“Sering kali kita tidak tahu harus berbuat apa ketika yang terluka adalah perasaan. Di sinilah pentingnya kemampuan pertolongan pertama pada luka psikologis,” ujar Dante, sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemenkes.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman praktis kepada siswa terkait cara mengenali dan merespons masalah psikologis di lingkungan sekitar.

“Melalui bedah buku ini, kami ingin memperkenalkan referensi kesehatan jiwa sekaligus membekali siswa dengan keterampilan dasar pertolongan pertama pada luka psikologis,” ujar Aji.

Program ini juga menjadi bagian dari penguatan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, daerah, sekolah, dan mitra pembangunan.

Kemenkes menilai, sinergi tersebut penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih peduli terhadap kesehatan mental remaja.

Baca lainnya:

Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Menaker, 14 Ribu Peserta Magang Nasional Rampung

Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Buku Sedunia ini diikuti lebih dari 100 peserta dan direncanakan akan dilaksanakan dalam tiga seri sepanjang tahun untuk menjangkau lebih banyak sekolah.

Buku Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis bagi First Aider di Sekolah diharapkan menjadi panduan praktis bagi siswa dalam memberikan dukungan awal kepada teman sebaya sebelum mendapatkan bantuan profesional.

Melalui program ini, pemerintah mendorong generasi muda untuk lebih peka, empati, dan aktif dalam menciptakan lingkungan sosial yang sehat secara mental. (uci)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *