Portalkota – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al-I’tishom, Puspemkot Tangerang Selatan, saat pengajian gabungan Majelis Taklim digelar pada Rabu 22 April 2026. Ratusan jamaah hadir, memadati area masjid dengan doa dan lantunan ayat suci yang menggema.
Di tengah pengajian tersebut, Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie, menyampaikan pesan kuat bahwa nilai-nilai religius harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, tidak cukup hanya dimaknai sebagai ibadah ritual semata.
“Nilai religius bukan hanya soal ibadah haji, tetapi juga tercermin dari perilaku kita sehari-hari. Salah satu yang paling sederhana adalah menjaga kebersihan, karena itu bagian dari iman,” ujar Benyamin di hadapan ratusan jamaah.
Baca Lainnya:
Polemik Perubahan Kali Ciputat, JRP Beri Penjelasan ke DPRD Tangsel
Kebersihan Cermin Nyata Nilai Ketuhanan
Ia menilai bahwa kepedulian terhadap persoalan sampah menjadi cerminan langsung dari nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dalam kehidupan sosial.
Karena itu, Benyamin mengajak masyarakat—khususnya para ibu sebagai penggerak keluarga—untuk memulai perubahan dari rumah.
“Saya minta tolong kepada ibu-ibu untuk ikut memusnahkan sampah di rumah masing-masing. Jangan sampai menumpuk atau merusak lingkungan kita sendiri,” pesan Benyamin.
Wujudkan Tangsel Cerdas, Modern, dan Religius
Menurut Benyamin, langkah kecil seperti memilah dan mengolah sampah dari lingkungan rumah tangga akan sangat selaras dan berkontribusi besar dalam membangun Kota Tangsel sesuai dengan mottonya sebagai kota yang cerdas, modern, dan religius.
“Kalau kita ingin Tangsel benar-benar cerdas, modern, dan religius, maka nilai itu harus tercermin dari hal kecil, dari rumah, dari kebiasaan kita sehari-hari,” tutupnya.
Baca Lainnya:
Gen Z dan Milenial Dominasi Pemilu 2029, Benyamin Soroti Peran Strategis Lewat Sekolah Jawara
Harapan: Kebersihan Jadi Praktik Keimanan
Melalui momentum pengajian ini, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berharap kesadaran menjaga kebersihan tidak hanya menjadi kebiasaan, tetapi juga bagian dari praktik keimanan yang hidup di tengah masyarakat. Bukan sekadar ritual, melainkan aksi nyata yang lahir dari keyakinan.(ris)












