Pasca Lebaran, Mendag Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Terkendali

Portalkota – Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau ketersediaan dan harga barang kebutuhan pokok (bapok) di Pasar Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada seminggu setelah Lebaran.

Mendag Budi Santoso (Busan) mengungkapkan, stok bapok secara umum pasca-Lebaran mencukupi dan harganya terkendali.

“Berdasarkan pantauan kami ke teman-teman pedagang hari ini, pasokan bapok kita seperti beras, minyak, cabai, dan lain-lain cukup. Masyarakat tidak perlu khawatir, apalagi membeli stok berlebihan karena ketersediaan bapok saat ini aman,” ujarnya, ditulis Minggu (29/3/2026).

Baca Lainnya:

PP Tunas Berlaku, DPR RI: Tak Ada Toleransi untuk Platform Lalai

Pemantauan Harga via SP2KP di 550 Pasar

Mendag Busan menjelaskan, Kemendag terus memantau harga bapok setiap hari termasuk pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Ramadan dan Idulfitri.

Kemendag bersinergi dengan pemerintah daerah melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) untuk memastikan pasokan tercukupi dan harga terus terkendali di seluruh wilayah Indonesia.

“Kami tidak hanya memantau ke pasar langsung, tetapi juga berkoordinasi dengan teman-teman di daerah melalui kontributor untuk memantau harga di seluruh wilayah Indonesia melalui SP2KP. Ada sekitar 550 titik pasar yang dipantau dari 514 kabupaten dan kota. Jadi, perkembangan harga harian bisa dicek di SP2KP,” jelas Busan.

Koordinasi dengan Bulog dan ID Food

Selain itu, Kemendag berkoordinasi dengan Perum Bulog dan ID FOOD untuk memastikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga bapok seperti beras SPHP, gula pasir, dan MINYAKITA.

“Minimal 35 persen distribusi MINYAKITA diserahkan ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan seperti ID Food dan Bulog. Saat ini, distribusinya sudah lebih dari 35 persen,” terangnya.

Harga Sejumlah Komoditas Turun

Sementara itu, Menko Zulhas turut menyampaikan kondisi bapok di Pasar Minggu dalam keadaan cukup dan harga terkendali.

“Persediaan banyak. Beras banyak, ayam stoknya banyak, telur banyak, sayur-sayuran banyak. Secara umum persediaan dan harga-harga terkendali,” kata Zulhas.

Hasil pantauan menunjukkan adanya penurunan harga komoditas bapok dibandingkan periode Ramadan dan Idulfitri tahun lalu:

· Bawang merah turun sekitar 8–10 persen
· Cabai turun 3–20 persen
· Bawang putih turun hingga 16 persen

Bahkan, sejumlah komoditas di Pasar Minggu dijual di bawah Harga Acuan (HA) dan Harga Eceran Tertinggi (HET), seperti:

· Beras medium Rp13.000/kg
· Beras premium Rp14.800/kg
· Cabai merah keriting Rp50.000/kg
· Cabai merah besar Rp50.000/kg

Harga MINYAKITA Turun 7,5 Persen

Khusus MINYAKITA, terjadi penurunan harga dibandingkan periode Ramadan dan Idulfitri tahun lalu sebanyak 7,5 persen.

Pada periode tahun lalu, harga MINYAKITA mencapai Rp17.200/liter, sedangkan pada tahun ini harga dapat terjaga di Rp15.700/liter.

Harga Komoditas Lainnya

· Beras SPHP: Rp12.500/kg
· Minyak goreng curah: Rp22.000/liter
· Minyak goreng kemasan premium: Rp15.000/liter
· Tepung terigu: Rp12.000/kg
· Daging sapi: Rp140.000/kg
· Gula pasir kemasan: Rp19.000/kg
· Daging ayam ras: Rp45.000/kg
· Telur ayam ras: Rp32.000/kg
· Bawang merah: Rp50.000/kg
· Cabai rawit merah: Rp100.000/kg
· Bawang putih honan: Rp40.000/kg

Testimoni Pedagang

Rano, pedagang beras di Pasar Minggu mengungkapkan bahwa pasokan beras cukup dan harga beras pasca-Lebaran mulai berangsur turun.

“Pasca-Lebaran, dengan adanya panen, harga mulai turun. Pasokan saat ini aman, saya juga terbantu dengan adanya SPHP, jadi (pembeli) ada pilihan kalau harga sedang naik. Harapannya, pasokan bisa terus ada dan harga stabil terus,” tutur Rano.

Selamet, pedagang telur, mengaku pasokan di tokonya terus tercukupi dan harga tetap stabil pasca-Lebaran.

”Setelah Lebaran, belum semua pedagang berjualan, tetapi permintaan banyak, tidak menurun. Pasokan kami tercukupi sesuai dengan yang kami butuhkan (untuk berjualan, red),” paparnya.

Fatimah, pedagang sayur, mengaku harga dan permintaan terhadap sayur stabil.

“Pasca-Lebaran ini, harga normal, seperti biasa, tidak tinggi. Untuk permintaan juga biasa saja. Mudah-mudahan kalau bisa, harga tetap standar saja, tidak usah naik-turun. Saya juga berharap omzet bisa semakin meningkat,” ungkapnya.

Baca Lainnya:

PP TUNAS Resmi Berlaku, Menkomdigi: Platform Tak Patuh Siap Kena Sanksi Hukum

Turut mendampingi Mendag Busan, yakni Sekretaris Jenderal Kemendag Isy Karim dan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan.

Dengan stok yang aman dan harga yang cenderung turun, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan.(uci)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *