Portalkota – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali diaktifkan untuk mengelola sampah warga.
Keputusan ini disampaikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, setelah melakukan peninjauan dan pembahasan dengan Pemerintah Kota Tangsel, ditulis Selasa 23 Desember 2025.
Hanif menjelaskan, pengaktifan kembali ini merupakan langkah darurat untuk menangani persoalan sampah di Tangsel, sambil tetap menjalankan proses penataan menyeluruh di TPA tersebut.
“Kami minta agar penanganan sampah di kota ini kembali dilakukan di Cipeucang sambil penataannya dilakukan,” ujarnya.
Menteri Hanif juga menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dalam pengelolaan sampah.
“Kami akan melakukan penegakan hukum kepada semua pemilik kawasan, kawasan industri, perumahan besar yang tidak menyelesaikan sampahnya sendiri,” tegasnya.
Meski TPA Cipeucang kembali beroperasi, kapasitasnya masih sangat terbatas, yaitu hanya mampu menampung sekitar 400 ton sampah per hari.
**Baca Lainnya: Pemkot Tangsel Larang Pesta Kembang Api di Malam Tahun Baru
Padahal, timbulan sampah harian Tangsel mencapai sekitar 1.100 ton. Untuk menangani kelebihan sekitar 700 ton per hari, KLHK akan memfasilitasi kerja sama dengan pemerintah daerah tetangga.
“Berdasarkan surat dari Wali Kota, kami akan berkomunikasi langsung dengan Gubernur Banten dan juga Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membantu penanganan ini,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, memastikan bahwa mulai hari ini Selasa 23 Desember 2025 sampah masyarakat sudah dapat kembali dibuang ke TPA Cipeucang dengan skema operasi bertahap.
“Sesuai arahan dan instruksi Pak Menteri, TPA Cipeucang kembali dibuka dan mulai beroperasi secara bertahap,” tutupnya.
Dengan dibukanya kembali TPA ini, pemerintah berharap penanganan sampah dapat segera terkendali sambil memberi waktu untuk penataan sistem pengelolaan yang lebih berkelanjutan.
Pemkot juga mengajak masyarakat berperan aktif dengan mengurangi dan memilah sampah dari sumbernya untuk meringankan beban TPA.(ris)












