PORTAL KOTA-Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian bersama.
Penyakit yang menular melalui udara ini dapat menyerang siapa saja, namun dapat disembuhkan melalui deteksi dini, pengobatan hingga tuntas, serta dukungan masyarakat.
Sebagai upaya mempercepat eliminasi TBC, Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat berbagai program pencegahan dan penanganan.
Salah satunya melalui Program RW Bebas TBC yang mengedepankan kolaborasi lintas elemen masyarakat.
Baca lainnya:
Kemnaker dan Komisi IX DPR RI Sepakat Perkuat Kualitas MagangHub 2026
Program tersebut melibatkan pemerintah, tenaga kesehatan, kader, tokoh masyarakat, hingga warga dalam membangun lingkungan yang lebih peduli terhadap pencegahan dan penanganan TBC.
Melalui pendekatan berbasis kewilayahan, masyarakat didorong mengenali gejala TBC sejak dini. Warga yang mengalami batuk berkepanjangan juga diajak segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Selain itu, masyarakat diharapkan memberikan dukungan kepada pasien agar menjalani pengobatan secara lengkap hingga dinyatakan sembuh.
Langkah tersebut diharapkan mampu memutus rantai penularan sekaligus mengurangi stigma terhadap pasien maupun penyintas TBC.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan keberhasilan eliminasi TBC membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, pemerintah daerah terus memperkuat kolaborasi lintas sektor mulai dari pencegahan, penemuan kasus, hingga pendampingan pengobatan.
“Eliminasi TBC bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau tenaga kesehatan, tetapi merupakan gerakan bersama. Melalui program RW Bebas TBC, kami ingin membangun kepedulian masyarakat agar semakin mengenali gejala TBC, tidak ragu memeriksakan diri, serta mendukung pasien menjalani pengobatan hingga tuntas,” ujarnya.
“Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan mempercepat tercapainya eliminasi TBC di Kota Tangerang Selatan,” tambahnya.
Selain memperkuat layanan di seluruh fasilitas kesehatan, Pemkot Tangsel juga mengintensifkan edukasi kepada masyarakat, pelacakan kontak erat, penguatan kapasitas kader kesehatan, serta sinergi dengan pemerintah wilayah hingga tingkat RT dan RW.
Baca lainnya:
Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini serta pengobatan TBC yang tepat.
Menurut Benyamin, dukungan keluarga, lingkungan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan Kota Tangerang Selatan yang sehat sekaligus mendukung target eliminasi TBC.
“Untuk itu, saya atas nama Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menghapus stigma terhadap TBC. Penyakit ini dapat disembuhkan apabila pasien menjalani pengobatan secara disiplin sesuai anjuran tenaga kesehatan,” tutupnya. (Ris)







