PORTAL KOTA-Lima pesawat TNI AU kembali diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur untuk memperkuat 30 armada BNPB yang telah beroperasi di tiga provinsi terdampak karhutla di Kalimantan.
Pengiriman ini merupakan bagian dari pengerahan total 52 pesawat oleh pemerintah untuk operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di enam provinsi.
Baca lainnya:
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan 30 armada dikonsentrasikan di Kalimantan, sementara 22 lainnya diterjunkan ke Sumatra.
Kepala BNPB Suharyanto melaporkan enam provinsi dengan potensi kebakaran tinggi, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.
Sebagai langkah antisipasi, TNI AU juga menyiagakan armada di Bandara Halim Perdanakusuma untuk bergerak sewaktu-waktu sesuai kebutuhan BNPB dan perkembangan situasi.
Armada yang ditempatkan terdiri dari berbagai jenis pesawat dan helikopter untuk patroli udara, operasi modifikasi cuaca, hingga pemadaman kebakaran dari udara.
Baca lainnya:
Pada 20-21 Agustus 2026, armada gabungan BNPB dan TNI telah melakukan water bombing untuk menjangkau titik-titik api di wilayah terdampak.
Penambahan armada ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat respons terhadap titik kebakaran, menekan dampak kabut asap, serta melindungi keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. (Eka)
Informasi dalam berita ini disusun berdasarkan siaran pers yang dipublikasikan melalui laman resmi Kemensetneg RI.









