Festival Pasar Murah ASPEKRI di Pasar Semanan, Wujud Kembali ke Ekonomi Rakyat

PORTAL KOTA-Ada yang berbeda di Pasar Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, pada pertengahan Agustus 2026. Suasana yang biasanya hiruk-pikuk transaksi sehari-hari, kali ini berubah menjadi lebih semarak.

Selama sembilan hari, 15–23 Agustus 2026, pasar ini menjadi pusat Festival Pasar Murah ASPEKRI.

Festival ini merupakan bagian dari gerakan “Kembali ke Pasar” yang digagas Asosiasi Pelaku Ekonomi Kreasi (ASPEKRI).

Baca lainnya:

Gerakan ini mengajak masyarakat untuk kembali menjadikan pasar tradisional sebagai bagian penting dari kehidupan ekonomi dan sosial, sekaligus memperkuat UMKM dan ekonomi rakyat.

Semangat yang diusung jelas: “Harga Murah, Belanja Hemat, Keluarga Sehat, Dukung Pedagang Lokal dan Komunitas Maju.”

Iqbal, Ketua Umum ASPEKRI, mengatakan bahwa gerakan ini bukan hanya soal belanja murah. Ada misi besar di baliknya.

“Kembali ke Pasar bukan sekadar mengajak masyarakat berbelanja di pasar tradisional. Ini adalah gerakan untuk kembali melihat, menghargai, dan menghidupkan ekonomi rakyat yang menjadi bagian dari identitas Indonesia,” ujar Iqbal.

Festival ini menghadirkan beragam kegiatan menarik. Pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pengunjung dapat mengikuti Live Training bersama Creator serta edukasi dan pelatihan bagi pedagang untuk meningkatkan kreativitas dan pemasaran.

Kehadiran berbagai kegiatan ini menjadikan pasar bukan hanya tempat transaksi, tetapi juga ruang interaksi, edukasi, promosi, dan pemberdayaan masyarakat.

ASPEKRI memandang pasar tradisional memiliki kekuatan yang tidak tergantikan. Mulai dari interaksi langsung antara pedagang dan pembeli, keberagaman produk lokal, hingga perputaran ekonomi yang dapat langsung dirasakan masyarakat.

“Kemerdekaan harus kita isi dengan kemandirian. Salah satunya adalah dengan memperkuat ekonomi rakyat. Pasar tradisional dan UMKM adalah bagian penting dari ekosistem tersebut,” tambah Iqbal.

Festival ini diharapkan menjadi momentum untuk mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan kepentingan para pedagang dan pelaku UMKM.

Ketika masyarakat berbelanja di pasar, membeli produk lokal, dan mendukung pedagang kecil, semakin besar pula peluang perputaran ekonomi di dalam negeri.

Baca lainnya:

ASPEKRI juga mendorong agar pasar tradisional terus berkembang melalui peningkatan kebersihan, kenyamanan, pelayanan, kualitas produk, kreativitas pedagang, serta pemanfaatan teknologi digital dan pemasaran offline to online.

Lebih dari sekadar kegiatan pasar murah, gerakan ini diharapkan menjadi kebiasaan dan gerakan berkelanjutan untuk memperkuat ekonomi rakyat.

Karena di balik setiap transaksi di pasar, terdapat kehidupan yang terus bergerak: ada pedagang yang menghidupi keluarganya, UMKM yang sedang membangun usaha, serta produsen lokal yang mempertahankan produksinya. (Uci)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *