Pemkot Tangerang Gelar Rapat Evaluasi, Matangkan Mitigasi Puncak Kemarau

PORTAL KOTA-Pemerintah Kota Tangerang mematangkan langkah-langkah mitigasi menghadapi puncak musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga Oktober mendatang.

Keseriusan itu terlihat dalam Rapat Evaluasi Bulanan yang digelar di Puspem Kota Tangerang, Senin (3/8/26), dengan membahas kesiapsiagaan bencana kekeringan dan kebakaran.

Wali Kota Tangerang Sachrudin menyampaikan, rapat evaluasi tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan sinergi semua lapisan dalam mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama puncak musim kemarau.

Baca lainnya:

“Kami memanfaatkan rapat evaluasi bulanan tadi untuk meningkatkan sinergi semua lapisan terutama untuk mematangkan mitigasi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama puncak musim kemarau berlangsung mulai dari kebakaran sampai kekeringan di sejumlah wilayah,” ujarnya.

Salah satu program yang sudah berjalan adalah normalisasi muka pintu air untuk meningkatkan daya tampung debit air. Langkah ini diambil agar masyarakat sekitar tetap dapat memanfaatkan sumber air yang tersedia meskipun dalam kondisi kemarau.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Mahdiar menegaskan, penyediaan armada perbantuan air bersih menjadi langkah strategis dalam mitigasi kekeringan.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk menyiapkan 20 armada bantuan air bersih dan 5 tangki air yang akan dikirim ke wilayah membutuhkan.

“Kami mulai berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk menyiapkan 20 armada bantuan air bersih dan 5 tangki air yang nanti akan dikirimkan ke wilayah yang membutuhkan. Berdasarkan laporan dari BMKG menunjukkan, ada beberapa kecamatan yang termasuk zona waspada kekeringan seperti Cipondoh, Pinang, Benda dan Tangerang,” ujar Mahdiar.

Berdasarkan laporan BMKG, empat kecamatan yakni Cipondoh, Pinang, Benda, dan Tangerang masuk dalam zona waspada kekeringan. Dengan adanya peringatan dini tersebut, Pemkot Tangerang mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk memastikan kesiapsiagaan di lapangan.

Baca lainnya:

Selain upaya dari sisi pemerintah, Wali Kota Sachrudin juga mengimbau seluruh masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam mitigasi bencana.

“Kami mengajak semua masyarakat turut bergerak bersama-sama memitigasi ancaman kekeringan di tengah puncak musim kemarau ini dengan menghindari aktivitas yang dapat merugikan sesama seperti menggunakan air secara berlebihan sampai membakar sampah yang dapat menyebabkan kebakaran dan lainnya,” tambahnya.

Pemkot Tangerang berharap melalui koordinasi yang matang antara pemerintah, instansi terkait, dan partisipasi aktif masyarakat, dampak puncak musim kemarau dapat ditekan seminimal mungkin.(Fit)

Informasi dalam berita ini disusun berdasarkan siaran pers yang dipublikasikan melalui laman resmi Pemkot Tangerang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *