General Manager Aryaduta Lippo Village Roger Jude Hessing: SDM Indonesia Unggul karena Service from the Heart

PORTAL KOTA-General Manager Aryaduta Lippo Village, Roger Jude Hessing, menetapkan langkah strategis memperkuat posisi hotel di tengah kompetisi industri perhotelan kawasan Tangerang yang kian ketat.

Fokus utamanya adalah mendongkrak pengalaman konsumen melalui peningkatan kualitas layanan (service excellence) serta peningkatan konsep kuliner (culinary elevation).

Roger memiliki rekam jejak panjang di industri hospitalitas Tanah Air, termasuk keterlibatan dalam pembukaan The Ritz-Carlton Kuningan dua dekade silam.

Baca lainnya:

Berdasarkan pengalamannya di berbagai negara seperti Timur Tengah dan India, Roger menilai Indonesia memiliki keunggulan kompetitif pada aspek sumber daya manusia.

“Fasilitas fisik di mana pun relatif mirip, namun standar pelayanan dan keramahan SDM di Indonesia jauh lebih unggul. Pelayanan di sini tumbuh secara natural dari hati (service from the heart), dan itulah keunggulan yang tidak mudah ditiru,” jelasnya.

Aryaduta Lippo Village tengah menjalankan program renovasi bertahap mencakup unit kamar, area restoran, hingga lobby.

Langkah ini ditargetkan tuntas dalam beberapa bulan mendatang untuk mendukung reposisi merek ke segmen lebih tinggi. Roger menekankan investasi fisik harus berbanding lurus dengan kualitas interaksi staf.

“Bangunan megah atau interior mewah bisa dilupakan tamu dalam hitungan hari. Namun, pengalaman personal dan bagaimana staf memperlakukan mereka akan selalu diingat. Itulah fondasi diferensiasi kami,” tegasnya.

Baca lainnya:

Selain layanan, Aryaduta Lippo Village mengandalkan Unique Selling Proposition (USP) berupa konsep resor di tengah kota.

Atmosfer ruang terbuka hijau yang asri dan tenang menjadi nilai jual langka bagi konsumen urban yang mencari staycation tanpa harus meninggalkan kawasan metropolitan.

“Visi kami adalah menjadikan Aryaduta Lippo Village sebagai salah satu pilihan utama di kawasan ini. Kami tidak hanya berfokus pada fasilitas akomodasi, tetapi juga ingin mentransformasi lanskap kuliner lokal agar mampu menarik basis konsumen yang lebih luas dari luar area,” ujar Roger.(Uci)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *