PORTAL KOTA-Peringatan Hari Lingkungan Hidup di Taman Wisata Alam (TWA) Angke tidak hanya diisi dengan aksi bersih Kawasan.
Tetapi juga memperlihatkan bagaimana sampah dikelola secara terukur mulai dari pemilahan hingga penyaluran ke industri daur ulang.
Berdasarkan keterangan pers yang diterima redaksi, sebanyak 26 kilogram sampah berhasil ditangani sekaligus menjadi media edukasi bagi peserta mengenai pentingnya pengelolaan sampah dari sumber.
Baca lainnya:
Libur Sekolah Lebih Seru, ibis Styles Serpong BSD City Luncurkan The Lost Crystal Expedition
Sebanyak 60 peserta mengikuti kegiatan Waste Collection Activity yang difasilitasi oleh TWA Angke dan LEVA (Lestari Alam dan Mangrove).
Kegiatan mencakup aksi clean up, penanaman mangrove, serta edukasi mengenai pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.
Dalam pelaksanaannya, tim Ayo Less Waste (ALW) mengajak peserta menerapkan pemilahan sampah sejak awal dengan menyediakan tempat sampah terpisah untuk kategori organik, anorganik, dan residu.
Edukasi tersebut diberikan secara langsung setelah peserta menyelesaikan kegiatan makan siang sehingga setiap jenis sampah dapat dipisahkan sesuai karakteristiknya.
Hasil pengumpulan menunjukkan total sampah yang berhasil ditangani mencapai 26 kilogram. Jumlah tersebut terdiri atas sekitar 6 kilogram sampah organik, 6,8 kilogram sampah anorganik, serta 13,2 kilogram sampah residu.
Seluruh sampah kemudian menjalani proses pengelolaan selama kurang lebih enam jam. Tahapan yang dilakukan meliputi pemilahan, penimbangan, pencatatan, pengangkutan, hingga penyerahan material yang masih dapat dimanfaatkan kepada bank sampah sebelum diteruskan ke industri daur ulang.
Sejalan dengan prinsip pengelolaan sampah berkelanjutan yang didorong Kementerian Lingkungan Hidup, pemilahan sampah dari sumber menjadi langkah penting untuk meningkatkan tingkat pemanfaatan kembali material sekaligus mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA.
Berdasarkan estimasi faktor emisi dari pengelolaan sampah organik dan daur ulang material anorganik, kegiatan tersebut diperkirakan mampu mencegah pelepasan emisi sebesar 13–20 kilogram CO₂e ke atmosfer.
Baca lainnya:
Neo+ Airport Jakarta Hadirkan Street Food Jepang lewat Program 60 Seconds to Tokyo
Selain mengurangi emisi, pengelolaan sampah yang dilakukan juga berkontribusi menekan potensi pencemaran di kawasan pesisir dan mendukung penerapan ekonomi sirkular.
Sebagai pelengkap kegiatan, peserta turut melakukan penanaman mangrove guna mendukung pelestarian ekosistem pesisir.
Keterlibatan langsung dalam proses pengelolaan sampah diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengurangi timbulan sampah dan menerapkan pemilahan sejak dari sumber. (Fit)
Ikuti PORTAL KOTA di Saluran Whatsapp













