PORTAL KOTA-Ritual pemandian perahu keramat berusia ratusan tahun kembali menjadi pusat perhatian dalam Festival Budaya Petjoen yang digelar di Klenteng Koet Goan Bio (Mpeh Peh Cun), Karawaci, Kota Tangerang. Tradisi tahunan ini dipadati ribuan pengunjung dari berbagai daerah.
Festival Budaya Petjoen merupakan salah satu tradisi khas masyarakat Cina Benteng yang terus dijaga dan dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya leluhur.
Wakil Ketua Panitia, Anto Tjiu Abaw, menjelaskan bahwa tradisi tersebut rutin digelar setiap tanggal lima bulan lima dalam kalender lunar atau dikenal dengan Go Gwe Ce Go, sebagai bentuk penghormatan kepada Qu Yuan (Koet Goan).
Baca lainnya:
MUI Desak DPR dan Pemerintah Segera Susun Aturan Tegas soal LGBT
“Kami menggelar tradisi Petjoen (Peh Cun) ini setiap tahun tepatnya setiap tanggal lima bulan lima atau Go Gwe Ce Go. Tujuannya untuk mengenang leluhur lewat perahu keramat yang dibuka, dimandikan, dan diberkati setahun sekali,” ujar Anto, dikutip dari laman resmi Pemerintah Kota Tangerang, Sabtu (20/6/2026).
Prosesi ritual diawali dengan pemandian perahu keramat menggunakan air kembang yang telah diberkati melalui doa khusus oleh pemuka agama setempat.
Masyarakat yang hadir tampak antusias mengikuti jalannya prosesi. Banyak di antara mereka berebut mendapatkan kain merah dan air bekas pemandian perahu yang dipercaya membawa keberuntungan, kesehatan, dan keselamatan.
Anto mengungkapkan, berdasarkan cerita turun-temurun, perahu keramat tersebut diyakini berasal dari leluhur warga Tionghoa yang pertama kali datang ke Tangerang melalui Sungai Cisadane.
Nilai historis itulah yang membuat tradisi Petjoen selalu dinantikan, tidak hanya oleh warga lokal, tetapi juga pengunjung dari berbagai kota seperti Jakarta, Bogor, hingga Cilegon.
Baca lainnya:
DPR Soroti Dampak Pemadaman Listrik Bergilir terhadap UMKM dan Pendidikan
Selain prosesi utama, festival juga dimeriahkan dengan pertunjukan gambang kromong, pembagian kue sangjit, serta bazar kuliner yang berlangsung sejak 15 hingga 19 Juni 2026.
“Kami ingin tradisi ini milik bersama. Semua masyarakat bisa hadir, tidak hanya dari Cina Benteng, menikmati acara sampai merasakan kebersamaan yang ada di sini. Semoga tradisi ini terus lestari, khususnya bisa diteruskan oleh generasi-generasi selanjutnya,” ujar Anto.
Dengan semangat pelestarian budaya dan kebersamaan, Festival Budaya Petjoen terus menjadi salah satu agenda budaya penting yang memperkuat identitas multikultural Kota Tangerang. (Ris)













