Dinkes Tangerang Tingkatkan Kewaspadaan di Faskes Tentang Hanta Virus

Portalkota – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus Hanta.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, menuturkan bahwa Pemkot Tangerang telah menyosialisasikan panduan pencegahan penyebaran virus Hanta, yang dapat ditularkan melalui kotoran, hingga air liur hewan pengerat seperti tikus.

“Kami sudah melakukan persiapan sesuai edaran sampai meningkatkan kewaspadaan di tingkat fasilitas kesehatan. Terutama mewaspadai sejumlah keluhan kesehatan yang berkaitan dengan perjalanan dari luar negeri,” ujarnya dikutip dari laman resmi Pemkot Tangerang, Selasa (12/5/2026).

Baca Lainnya:

Hantavirus Jadi Perhatian, Kenali 8 Gejala untuk Deteksi Dini

Virus Hanta Sangat Berbahaya, Serang Saluran Napas hingga Ginjal

Ia melanjutkan, virus Hanta dianggap sangat berbahaya karena dapat menginfeksi saluran pernapasan sampai ginjal manusia.

Berdasarkan pemantauan terkini, gejala virus Hanta bisa dilihat dalam 1-8 minggu setelah terkena paparan, diawali dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, tubuh lemas.

Kondisi ini dapat berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius, mulai dari sesak napas hingga gagal ginjal.

“Adapun untuk pencegahannya, karena ini berhubungan langsung dengan tikus, jadi kebersihan lingkungan masih menjadi nomor satu. Mari menjaga kebersihan lingkungan sekitar agar tidak menjadi sarang tikus yang bisa menjadi titik awal penyebaran virus yang membahayakan ini,” jelasnya.

Baca Lainnya:

Puan Maharani Dorong Pemerintah Cepat Beri Informasi Soal Hantavirus, Jangan Sampai Publik Panik

Hindari Kontak Langsung dengan Tikus

Pemkot Tangerang menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk menghindari kontak langsung dengan hewan pengerat seperti tikus sebagai langkah pencegahan pertama penyebaran virus Hanta di lingkungan masing-masing.

Dengan kebersihan lingkungan yang terjaga, risiko munculnya sarang tikus dapat ditekan, dan potensi penularan virus Hanta pun bisa diminimalkan.(uci)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *