Portalkota – Infeksi Hantavirus tengah menjadi perhatian masyarakat. Virus ini mencuat setelah ditemukan mewabah di kapal pesiar MV Hondius, menyebar ke sejumlah penumpang dan memicu kekhawatiran.
Masyarakat diimbau untuk mengenali gejala Hantavirus sebagai bentuk deteksi dini. Meski kasus di Indonesia masih tergolong jarang, kewaspadaan tetap diperlukan.
Baca Lainnya:
Puan Maharani Dorong Pemerintah Cepat Beri Informasi Soal Hantavirus, Jangan Sampai Publik Panik
Apa Itu Hantavirus? Penularan dari Tikus
Infeksi Hantavirus sebenarnya adalah penyakit zoonosis yang ditularkan oleh hewan pengerat, terutama tikus. Penularan terjadi melalui partikel virus yang terdapat pada urine, kotoran, hingga air liur tikus. Risiko penularan akan meningkat drastis di ruangan tertutup yang terkontaminasi.
Penularan melalui gigitan atau cakaran hewan lebih jarang terjadi. Orang-orang yang bekerja di tempat dengan kotoran dan urine hewan pengerat sangat rentan terinfeksi.
23 Kasus Hantavirus di Indonesia (2024-2026)
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 23 kasus terkonfirmasi Hantavirus sepanjang periode 2024 hingga 2026. Meski jumlahnya masih kecil, masyarakat tetap diimbau waspada dan melakukan deteksi dini dengan memahami gejalanya.
Gejala Biasanya Muncul 1 Pekan Setelah Paparan
Gejala dan tingkat keparahan penyakit ini bergantung pada virus spesifik yang memicu infeksi. Gejala biasanya muncul setidaknya satu pekan setelah paparan virus.
Mengutip laman Mayo Clinic dan jurnal JAMA Network, infeksi Hantavirus berkembang melalui tahap yang berbeda.
8 Gejala Hantavirus yang Perlu Diwaspadai
Tahap Awal (Gejala Umum)
1) Demam – respons sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi. Orang dewasa disebut demam jika suhu tubuh >37,5°C.
2) Nyeri otot – akibat peradangan sistemik dan gangguan pembuluh darah di sekitar jaringan otot.
3) Sakit kepala – terjadi akibat peradangan pada pembuluh darah di otak.
4) Mual-muntah – virus menyerang sistem pencernaan, memicu peradangan.
5) Diare – peradangan pada dinding usus akibat kerusakan pembuluh darah di sistem pencernaan.
Tahap Lanjutan (Gangguan Paru-paru – HPS/Hantavirus Pulmonary Syndrome)
1) Batuk – gejala kunci bahwa infeksi telah memasuki tahap lebih serius. Batuk bukan karena infeksi saluran napas, melainkan kebocoran cairan ke dalam paru-paru.
2) Sesak napas – pasien kesulitan bernapas atau memiliki napas pendek.
3) Detak jantung tidak teratur – tanda bahwa infeksi telah memengaruhi jantung, bisa akibat ketidakseimbangan elektrolit (karena diare), tekanan akibat gagal napas, hingga peradangan sistemik.
Baca Lainnya:
METOO Gandeng Citra Kirana Perkuat Kampanye Senyum Sehat untuk Keluarga
Jika Gejala Tak Kunjung Membaik, Segera Periksa ke Medis
Segera lakukan pemeriksaan medis jika mengalami beberapa gejala Hantavirus di atas yang tak kunjung membaik. Deteksi dini dan penanganan cepat sangat menentukan keselamatan.
Jangan panik, tetap waspada. Mengetahui gejalanya adalah langkah pertama melindungi diri dan keluarga.(ris)













