Portalkota-Ant International meluncurkan Agentic Mobile Protocol (AMP), protokol open-source yang dirancang untuk mempercepat pengembangan ekosistem agentic commerce melalui konektivitas pembayaran berbasis AI yang aman dan efisien.
AMP memungkinkan integrasi pembayaran agentic ke berbagai platform mobile, termasuk dompet digital, aplikasi perbankan, hingga super app, di berbagai perangkat mulai dari smartphone hingga wearable.
Chief Innovation Officer Ant International, Jiang-Ming Yang, mengatakan bahwa kehadiran protokol ini menjadi fondasi penting bagi masa depan transaksi digital berbasis AI.
Baca lainnya:
Ascott Luncurkan “Plesiran di Jakarta” untuk Rayakan HUT Jakarta ke-499
“Protokol agentic untuk mobile commerce yang menjamin efisiensi dan keamanan akan menjadi kunci bagi bisnis untuk memperluas jangkauan di pasar dengan pertumbuhan tercepat,” katanya.
Dorong Pertumbuhan AI Commerce Global
Peluncuran AMP sejalan dengan pertumbuhan pesat industri agentic commerce. Nilai pasar global diproyeksikan mencapai USD 28 miliar pada 2030, dengan pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 46%.
Di sisi lain, penetrasi dompet digital terus meningkat, dengan jumlah pengguna global mencapai 4,4 miliar pada 2025 dan diperkirakan melampaui 6 miliar pada 2030.
Namun, sistem pembayaran saat ini dinilai belum sepenuhnya siap mendukung transaksi berbasis AI, terutama karena masih berorientasi pada kartu.
Melalui AMP, Ant International menghadirkan solusi yang memungkinkan merchant, platform AI, hingga pengembang agen untuk mengintegrasikan pembayaran secara langsung tanpa perlu perubahan besar pada sistem yang ada.
Fitur Kunci: Dari Checkout hingga Settlement AI
AMP menawarkan sejumlah inovasi utama, di antaranya:
Integrasi lebih cepat: mengurangi proses koneksi agen hingga 50% dibanding metode tradisional
Jaminan transaksi: perlindungan money-back guarantee untuk transaksi berbasis agen
Kompatibilitas lintas perangkat: mendukung smartphone, smartwatch, hingga perangkat AR
Selain itu, AMP menghadirkan arsitektur delegasi agen yang aman, memungkinkan pengguna memberikan otorisasi pembayaran kepada AI dengan kontrol penuh.
Dalam aspek transaksi, AMP mendukung mekanisme agent-to-agent (A2A) yang mampu memproses transaksi mikro hingga nilai sangat kecil secara real-time—fitur yang belum dapat diakomodasi sistem pembayaran konvensional.
Untuk keamanan, Ant International memperkenalkan kerangka Know Your Agent (KYA) dan sistem Agent Trust Rating guna memastikan validitas identitas serta tingkat kepercayaan AI agent.
Baca lainnya:
Cadangan Beras Pemerintah Tembus 5 Juta Ton, Anggota DPR: Tertinggi dalam Sejarah
Ekosistem Global dan Kolaborasi Industri
AMP akan diimplementasikan melalui jaringan Alipay+ yang saat ini menghubungkan lebih dari 40 mitra dompet digital, mencakup 1,8 miliar pengguna dan 150 juta merchant di seluruh dunia.
Ant International juga memperluas kolaborasi strategis dengan pemain global seperti Mastercard, Visa, serta Google dalam pengembangan sistem pembayaran berbasis AI.
Dengan pendekatan open-source, AMP diharapkan menjadi standar universal yang dapat diaudit dan diadopsi secara luas, mempercepat transformasi menuju ekonomi berbasis AI yang otonom. (uci)






