Portalkota-Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) resmi mengukuhkan pengurus baru periode 2026–2031 dalam sebuah acara yang berlangsung di Auditorium Kantor BKN Jakarta.
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, dan dihadiri oleh jajaran pejabat daerah serta tokoh masyarakat Gunungkidul di perantauan.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Sekretaris Daerah dan jajaran OPD Kabupaten Gunungkidul, Ketua DPRD Gunungkidul, serta perwakilan DPRD DIY Komisi A.
Hadir pula Kepala Banhubda DIY, Nugrohoningsih, Direktur Benihbaik.com, Anggit Hernowo, jajaran Dewan Pertimbangan, Dewan Pengawas dan Penasehat IKG, Ketua 1 IKG Suyanto, Ketua 2 IKG Aris Suprobo, Ketua 3 IKG Rahmat Sutopo, Ketua 4 IKG Bambang Krisnadi.
Ketua 5 Siti Hardjarijah, Ketua 6 IKG Kapten AD. H. Suyadi, Sekretaris Jendral IKG Sulardi, pengurus dari 18 kapanewon, 7 korwil, serta perwakilan masyarakat Gunungkidul di wilayah Jabodetabek.
Baca lainnya:
Komisi II DPR RI Usul Parliamentary Threshold Berlaku hingga ke Tingkat Daerah
Ketua Umum IKG periode 2026–2031, Saimo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya di bawah kepemimpinan Eddy Sukirman yang dinilai berhasil membangun tata kelola organisasi secara guyub, rukun, dan harmonis sehingga mendorong perkembangan pesat IKG.
Ke depan, Saimo menegaskan komitmennya untuk menjalankan “Sapta Cita IKG” sebagai arah strategis organisasi.
Program tersebut mencakup penguatan tata kelola organisasi sesuai AD/ART, pengembangan unit usaha menuju kemandirian, pembangunan sekretariat IKG di Lingkungan Sekolah Budi Harapan, peningkatan soliditas antarstruktur organisasi, penguatan kegiatan di bidang sosial, pendidikan dan olahraga.
Pelestarian budaya Gunungkidul secara khusus dan jawa secara umum, serta peningkatan sinergi kelembagaan dengan pemerintah daerah di Gunungkidul, Jabodetabek, Provinsi Banten dan wilayah lainnya. Ia menekankan bahwa seluruh program akan dijalankan secara kolektif, kolegial, dan terukur.
Sementara itu, Eddy Sukirman yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas IKG menegaskan bahwa pengurus IKG adalah pelayan bagi sekitar 35 ribu warga Gunungkidul di Jabodetabek.
Ia juga menyampaikan bahwa IKG telah berkembang pesat dan juga menjadi “miniatur Gunungkidul” di perantauan dengan struktur organisasi yang lengkap, serta memiliki berbagai aset seperti sekolah, gamelan perunggu, wayang kulit, dan joglo IKG.

Kepala Banhubda DIY, Nugrohoningsih, mengapresiasi konsistensi dan sinergi IKG selama ini. Ia menyebut IKG sebagai salah satu paguyuban terbesar di Indonesia dengan kekuatan solidaritas yang terus terjaga. Pihaknya juga berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan IKG meskipun dengan keterbatasan anggaran.
Dari sisi legislatif, perwakilan DPRD DIY Komisi A, D. Radjut Sukasworo menyampaikan harapan agar keberadaan IKG mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan Gunungkidul dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dengan jumlah anggota yang besar, IKG dinilai memiliki potensi strategis sebagai agen promosi daerah melalui peran aktif seluruh anggotanya.
Dalam sambutannya, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan bahwa pengukuhan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat peran organisasi dalam membangun daerah.
Ia mengingatkan bahwa pembangunan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mencakup pembangunan mental dan spiritual, sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Bung Karno.
“Kontribusi warga Gunungkidul di perantauan sangat penting. Sinergi antara pembangunan di kampung halaman dan dukungan diaspora menjadi kunci kemajuan Gunungkidul ke depan,” ujarnya.
Baca lainnya:
Produk Fesyen Indonesia Raih Potensi Transaksi Rp17 Miliar di Pop Up Store Kobe-Jepang 2026
Ia berharap kepengurusan yang baru mampu menjadi wadah yang kuat dalam menjembatani potensi warga perantauan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Sementara itu, Humas IKG, Tarsih Ekaputra, menyampaikan bahwa IKG saat ini telah berkembang pesat dengan total sekitar 1.600 organ organisasi, yang terdiri dari 18 Koordinator Kapanewon, 7 Koordinator Wilayah, 144 Koordinator Kelurahan, dan 1.431 Koordinator Dusun.
Menurutnya, IKG diharapkan terus menjadi wadah yang mempererat kebersamaan, solidaritas, dan semangat gotong royong warga Gunungkidul di perantauan.
“Yang sudah mapan membantu yang sedang berjuang, sehingga bersama-sama dapat memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan dan kemajuan Gunungkidul,” tutupnya. (uci)











