Portalkota – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta aparat kepolisian untuk lebih cepat dalam menanggapi laporan warga guna menghindari aksi “main hakim sendiri” oleh masyarakat.
Permintaan tersebut disampaikan Sahroni menyusul maraknya aksi vandalisme, pelibatan unsur kekerasan, hingga main hakim sendiri di sejumlah daerah belakangan ini.
“Fenomena ini terlihat dari berbagai kejadian di sejumlah daerah, termasuk aksi pelemparan petasan hingga penyerangan terhadap pihak-pihak yang diduga melakukan pelanggaran hukum,” ujar Sahroni, Senin (23/3/2026).
Baca lainnya:
Resmi! Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026
Frustrasi Masyarakat Akibat Aparat Kurang Tanggap
Politisi Fraksi Partai NasDem itu menegaskan bahwa aksi main hakim sendiri memang tidak bisa dibenarkan.
Namun, ia menilai hal itu kerap muncul akibat rasa frustrasi masyarakat karena sikap aparat yang kurang tanggap terhadap laporan tindak kriminal.
“Masyarakat sudah geram akan tindak kriminal yang dilaporkan, namun tidak segera ditindaklanjuti. Bahkan, apabila sampai ada pembiaran atau bahkan kesepakatan atau deal-dealan oknum dengan pelaku kriminal, maka terjadilah berbagai aksi, seperti vandalisme, pelemparan petasan, hingga aksi main hakim sendiri,” jelasnya.
Dorong Sinergi antara Aparat dan Masyarakat
Sahroni mendorong pihak kepolisian untuk lebih responsif dalam menindak laporan hingga menggandeng warga yang memiliki informasi terkait suatu tindak kejahatan, agar pengusutan bisa berjalan cepat.
”Saya minta aparat cepat tanggap dalam menindaklanjuti laporan warga karena laporan masyarakat justru sangat membantu kinerja aparat,” jelasnya.
Di sisi lain, Sahroni menyampaikan bahwa masyarakat yang peduli juga harus dirangkul untuk membantu kepolisian, bukan malah bertindak sendiri. Dengan begitu, diperlukan sinergi yang kuat agar penegakan hukum berjalan efektif dan situasi tetap kondusif.(eka)






