Portalkota — Direktorat Informasi Publik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengajak aparatur sipil negara (ASN) untuk aktif memerangi hoaks dengan memproduksi dan menyebarkan konten positif dari akun media sosial masing-masing.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan “Sohib Berkelas Tangerang” yang mengusung tema “Stay Safe, Stay Smart, Stay Anti Hoaks”, Kamis 11 Desember 2025.
Direktur Informasi Publik pada Kemenkomdigi, Nursodik Gunarjo, menegaskan bahwa aparatur pemerintah merupakan komponen penting dalam menjaga ruang digital dari misinformasi dan disinformasi.
“Kalau kita orang-orang baik tidak memposting konten yang baik, maka dunia digital akan dikuasai oleh hal-hal yang tidak baik. Kita ikut berdosa berjamaah kalau membiarkan itu terjadi,” ujar Nursodik.
Ia menekankan bahwa ekosistem digital yang sehat memerlukan partisipasi aktif ASN sebagai penghasil konten yang informatif, akurat, dan positif, bukan sekadar pengguna pasif.
**Baca Lainnya: Ada Ratusan Usulan DOB, DPR RI Soroti Lambatnya Pembangunan di Empat Provinsi Baru
Senada dengan Nursodik, Ketua Tim Kerja Diseminasi Media Cetak Diskominfo Kota Tangerang, Kristiono Suntoro, menyoroti pentingnya penguasaan empat pilar literasi digital bagi aparatur, yaitu digital skill, digital culture, digital ethics, dan digital safety.
Tenaga Ahli Dirjen Komunikasi Publik dan Media Komdigi, Dwi Santoso, menambahkan bahwa pengawasan ruang digital tidak bisa sepenuhnya bergantung pada regulasi atau platform.
“Pemerintah hanya dapat membuat aturan, regulasi, dan batasan. Namun teknologi memungkinkan siapa pun melewati berbagai kontrol tersebut. Karena itu, kendali utama tetap berada pada diri masing-masing pengguna,” jelas Dwi.
Produser Eksekutif Narasi, Mufti S, turut menekankan pentingnya etika digital sebagai fondasi kepercayaan dalam ekosistem digital.
“Etika digital adalah pondasi kepercayaan dalam ekosistem digital. Tanpa etika, teknologi secanggih apa pun tidak akan mampu menciptakan ruang digital yang aman,” tegasnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan literasi digital untuk menciptakan aparatur yang tidak hanya paham teknologi, tetapi juga mampu menjadi penggerak konten positif dan agen antihoaks di masyarakat.(ris)












