Portalkota – Setelah sebulan meresmikan showroom listrik pertamanya di Jakarta, Polytron mengambil langkah strategis berikutnya: memulai produksi massal mobil listrik Polytron G3 dan G3+ secara semi-knocked down (SKD).
Produksi perdana ini digelar di fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM) di Purwakarta, Jawa Barat, menandai babak baru industri kendaraan listrik nasional.
Berbeda dari produsen lain di lokasi yang sama, Polytron berinvestasi signifikan dalam lini produksi modern dan komprehensif.
Investasi kunci termasuk menjadi satu-satunya produsen di fasilitas tersebut yang memiliki Dyno Test canggih.
Perangkat ini mampu menguji performa kendaraan dengan berbagai penggerak (FWD, RWD, AWD) dan wheelbase fleksibel, dilengkapi fitur real-time battery temperature monitoring untuk jaminan keamanan dan kinerja optimal sejak dini.
**Baca Lainnya: GIV Hadirkan Gelar ‘Miss Kulit Glowing’ di Miss Indonesia 2025: Zefanya Sharon Jadi Pemenang
Komitmen Keamanan Berlapis
Polytron menegaskan fokus pada keselamatan dengan menerapkan empat tahap Electric Safety Test berurutan sepanjang proses produksi:
1) Setelah pemasangan baterai,
2) Setelah perakitan penuh,
3) Setelah uji kebocoran air (rain and water leak test),
4) Pada tahap akhir di Pre Delivery Center (PDC) sebelum pengiriman ke konsumen.
“Seluruh proses ketat ini mencerminkan komitmen Polytron pada standar keamanan, kualitas, dan kepuasan pelanggan, sebagai bagian dari visi meningkatkan pengalaman konsumen melalui teknologi, layanan, dan produk,” tegas Hariono, Chief Executive Officer Polytron.
Investasi Teknologi Mutakhir
Tak hanya Dyno Test, Polytron juga melengkapi fasilitasnya dengan peralatan canggih lainnya:
1) Vacuum Filling Machines untuk pengisian cairan (brake oil, refrigerant, coolant).
2) Dynamic Performance Test Equipment.
3) Safety Testing Equipment.
4) ADAS Calibration Equipment full otomatis untuk percepatan proses dan jaminan standar keselamatan berkendara terkini.
Dengan kelengkapan fasilitas ini, kapasitas produksi Polytron di Purwakarta mampu mencapai 30.000 unit per tahun.
Fleksibilitas Kepemilikan dengan Dua Skema
Polytron memahami beragam kebutuhan konsumen dengan menghadirkan dua pilihan kepemilikan untuk G3 dan G3+:
1) Buy to Own, yaitu embelian unit lengkap termasuk baterai, dengan garansi baterai 8 tahun per 180.000 km, garansi kendaraan 5 tahun per 150.000 km, serta jaminan nilai jual kembali (resale value) 70 persen dalam 3 tahun.
2) Battery-as-a-Service (BaaS), yaitu membeli mobil tanpa membeli baterai di awal, lifetime battery warranty selama masa sewa, biaya akuisisi awal lebih terjangkau, dan kepemilikan lebih fleksibel dan ‘worry-free’
Mobil listrik Polytron G3+ dan G3 kini telah dibuka untuk pre-book dengan booking fee terjangkau Rp5 juta, tanpa perlu pembayaran penuh langsung.
Dukungan Menuju Net Zero Emission
Hariono menjelaskan, dimulainya produksi di Purwakarta adalah bukti keseriusan Polytron membangun ekosistem kendaraan listrik nasional.
“Ini bukan sekadar produk, tapi investasi jangka panjang yang didukung fasilitas produksi, kualitas manufaktur, dan layanan purna jual komprehensif,” jelasnya.
“Semua ini kami siapkan untuk mendukung agenda Net Zero Emission pemerintah Indonesia tahun 2026,” tutupnya.
Publik dapat melihat langsung dan merasakan mobil listrik Polytron G3+ dan G3 untuk pertama kalinya pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, di booth Selasa Convention Hall, ICE-BSD City, Tangerang, pada 24 Juli – 3 Agustus 2025.(ris)












