Portalkota – Sebuah terobosan baru dalam dunia bedah Indonesia berhasil dicatatkan oleh RS EMC Alam Sutera.
RS EMC Alam Sutera telah melakukan operasi bariatrik (penurunan berat badan) pertama di tanah air dengan menggunakan teknologi robotik canggih, da Vinci Xi Robotic Surgery.
Keberhasilan prosedur yang dilakukan pada 11 dan 12 Desember 2025 ini menandai evolusi dalam penanganan kasus obesitas, dari metode laparoskopi yang telah dikuasai selama satu dekade, menuju era bedah robot yang menjanjikan presisi lebih tinggi.
Operasi bariatrik sendiri merupakan tindakan medis serius untuk menangani obesitas dan penyakit penyertanya, seperti diabetes dan hipertensi, yang tidak lagi bisa dikelola hanya dengan diet dan olahraga.
Dalam sepuluh tahun terakhir, RS EMC Alam Sutera telah menangani lebih dari 1.200 kasus dengan metode konvensional.
Kehadiran robot da Vinci Xi diyakini akan membawa hasil klinis yang lebih optimal. Teknologi ini memungkinkan visualisasi 3D yang jernih, gerakan instrumen yang stabil dan akurat, serta sayatan yang minimal.
**Baca Lainnya: Jangan Anggap Sepele, Fistula Ani Bisa Picu Komplikasi Serius jika Tidak Ditangani
Manfaat langsung bagi pasien antara lain nyeri pasca operasi yang lebih ringan, risiko komplikasi dan perdarahan yang lebih rendah, serta waktu pemulihan yang lebih cepat.
“Robotic Surgery bukan untuk menggantikan peran dokter, melainkan menjadi alat bantu yang memperkuat kemampuan tenaga medis,” ujar dr. Juniwati Gunawan, Presiden Direktur PT Sarana Meditama International & Direktur RS EMC Alam Sutera, dalam keterangan resminya.
Menurutnya, investasi pada teknologi ini adalah wujud komitmen rumah sakit terhadap inovasi layanan kesehatan.
dr. Handy Wing, Sp.B, Subsp.BD(K), dokter spesialis bedah digestif yang terlibat, menegaskan keunggulan klinis sistem ini.
“Dengan da Vinci Xi, kami dapat melakukan tindakan bedah dengan akurasi yang jauh lebih tinggi, terutama pada prosedur yang kompleks,” jelasnya.
Sistem da Vinci Xi, produksi Intuitive Surgical Inc. AS, dilengkapi empat lengan robotik dan kamera high-definition.
Selain untuk bariatrik, teknologi ini akan diaplikasikan untuk berbagai prosedur bedah lainnya, seperti urologi, ginekologi, dan hepatobilier, dengan tetap mengutamakan standar keselamatan pasien terbaik.(eka)











