Libatkan Pemuda, Para Ahli Tekankan Pentingnya Perencanaan Kolektif untuk Mitigasi Bencana

Portalkota – Peningkatan kesiapsiagaan bencana dan ketahanan komunitas memerlukan kolaborasi berbagai pihak, termasuk anak muda. Hal ini mengemuka dalam kegiatan “Ruang Cerita Daring” yang digelar di Jakarta, Kamis 8 Januari 2026, menghadirkan perwakilan dari Dompet Dhuafa, Youth Ranger Indonesia, dan relawan kemanusiaan.

Ahmad Lukman dari Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menekankan pentingnya kesepakatan kolektif dalam penentuan jalur evakuasi dan titik kumpul.

“Tidak boleh hanya satu pihak, sementara masukan dari unsur lain diabaikan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya latihan rutin seperti simulasi dan pelatihan pertolongan pertama.

Dimas Dwi Pangestu, CEO Youth Ranger Indonesia, memaparkan peran strategis pemuda dalam membangun ketahanan sosial.

Komunitasnya, yang hadir di 34 provinsi, berfokus pada pelatihan dan penciptaan pemuda penggerak di daerah.

**Baca Lainnya: Dirancang Sebagai Feeder, Rute Skytrain BSD – Lebak Bulus Mulai Dikaji

“L“Anak muda Indonesia tidak pernah kekurangan potensi. Yang masih kurang adalah akses dan pendamping yang mampu mengarahkan potensi tersebut agar berkembang dan berdampak,” kata Dimas.

Ia menekankan bahwa keberhasilan program sosial diukur dari keberlanjutannya, bukan dari besarnya acara. Konsep pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, masyarakat, media, dan swasta dinilai penting agar program tepat sasaran.

Slamet Widodo (Dodo), relawan ambulance Dompet Dhuafa Yogyakarta, membagikan motivasi personalnya menjadi relawan, yang berawal dari nazar saat anaknya sakit.

Ia menekankan bahwa setiap aksi kemanusiaan meninggalkan kesan dan pengalaman baru yang berharga, meski tantangan seperti penanganan dua kejadian darurat bersamaan harus disikapi dengan menentukan prioritas.

Ketiga narasumber sepakat bahwa ketahanan komunitas dibangun melalui langkah sederhana yang direncanakan baik, partisipatif, dan berkelanjutan.

Kolaborasi lintas sektor, penguatan peran pemuda, dan dedikasi relawan menjadi kunci masyarakat tangguh menghadapi bencana.(ris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *