Portalkota – Kantor Wilayah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Provinsi Banten menekankan peran strategis media massa sebagai mitra dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
Hal ini disampaikan dalam Media Gathering dan Dialog yang digelar di Kantor Radar Banten, Selasa 13 Januari 2026.
Kepala Kanwil ATR/BPN Banten, Harison Mocodompis mengatakan, kegiatan ini merupakan momentum pertama di mana seluruh Kepala Kantor Pertanahan se-Banten dikumpulkan untuk berdialog langsung dengan insan pers.
“Ini acara yang sudah lama saya tunggu. Sebelum umat saya bertambah di Banten, saya ingin berbagi dan berdialog dengan teman-teman media,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa jajaran BPN, terutama para Kepala Kantor Pertanahan, harus mudah dihubungi dan terbuka memberikan keterangan kepada media.
Kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi disebut sebagai indikator kinerja utama.
“Tidak boleh lagi ada anggapan bahwa orang BPN tidak bisa dihubungi. Media adalah garda terdepan penyampai kebenaran kepada masyarakat,” tegasnya.
Dalam paparannya, Harison mengungkapkan, kontribusi sektor pertanahan terhadap perekonomian Banten. Nilai tambah ekonomi yang dihasilkan mencapai sekitar Rp87 triliun pada 2024 dan Rp74 triliun pada 2025.
**Baca Lainnya: Dukung Capaian Nasional, Banten Catat Lonjakan Produksi Padi 16,84 Persen
Kontribusi ini berasal dari BPHTB (Rp2 triliun lebih), PPh (sekitar Rp1 triliun), PNBP (Rp235 miliar), serta nilai Hak Tanggungan yang mencapai Rp84 triliun (2024) dan Rp74 triliun (2025).
Di bidang pendaftaran tanah, sekitar 4,6 juta bidang tanah di Banten telah terdaftar dan terpetakan, meski belum seluruhnya bersertifikat.
Pemerintah terus mendorong program strategis seperti PTSL, reforma agraria, dan penyusunan RDTR.
Layanan pertanahan kini telah memanfaatkan sertifikat tanah elektronik yang terintegrasi dengan aplikasi Sentuh Tanahku.
Sistem ini memungkinkan masyarakat memverifikasi keabsahan sertifikat secara digital dan memantau status tanahnya.
“Keamanan data pertanahan kini jauh lebih kuat. Sistem kami sudah menuju semi-blockchain,” jelasnya.
Ia berharap sinergi dengan media dapat terus diperkuat untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan utuh terkait layanan pertanahan.(ris)












