Portalkota – Dalam kurun waktu kurang dari setahun memimpin, Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur (Wagub) Achmad Dimyati Natakusumah telah mengantarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meraih 19 penghargaan di tingkat nasional.
Prestasi ini mencakup beragam bidang strategis, mulai dari tata kelola pemerintahan, pangan, pendidikan, hingga pemberantasan korupsi.
Penghargaan pertama diperoleh dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berupa Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2024.
Andra Soni menyatakan fokus pada peningkatan pengendalian internal sebagai pondasi mewujudkan visi “Banten Maju, Adil Merata, Tidak Korupsi”.
**Baca Lainnya: Peduli Korban Bencana Sumatera, PGRI Banten Salurkan Bantuan Rp1 Miliar Melalui Pemprov
Berbagai lembaga nasional memberikan pengakuan terhadap kinerja kepemimpinan dan program Pemprov Banten:
1) Badan Pangan Nasional menetapkan Banten sebagai peringkat pertama dalam penurunan angka kekurangan pangan (Prevalence of Undernourishment), dari 8,27% menjadi 2,55%.
2) Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) memberikan tiga penghargaan sekaligus kepada Gubernur Andra Soni dalam kategori Pena Emas, Kepala Daerah Terbaik Tata Kelola Pemerintahan, dan Kepala Daerah Terbaik Bidang Komunikasi Publik.
3) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menganugerahkan predikat Pemerintah Daerah Terbaik Pertama dari Forum Penyuluh Antikorupsi.
4) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberikan Baznas Award 2025 untuk kategori Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Nasional.
Beberapa program unggulan turut diapresiasi, seperti Program Sekolah Gratis yang masuk finalis Anugerah RRI Awards 2025 kategori Konten Pendidikan Terfavorit dan mendapat penghargaan Best Motivation dari Forum Komunikasi Kepala Sekolah Swasta.
Pemprov Banten juga mempertahankan predikat Badan Publik Informatif dengan naik tiga peringkat secara nasional, dari peringkat 11 menjadi peringkat 8.
Menanggapi berbagai penghargaan tersebut, Andra Soni menegaskan bahwa pengakuan tidak semata diukur dari capaian simbolis.
“Selagi masih ada masyarakat Banten yang lapar, tidak bisa bersekolah, jalannya rusak, bahkan kesehatannya masih belum terjamin, itu berarti kami masih harus bekerja keras,” tutupnya.
Ia menekankan bahwa kerja keras tersebut memerlukan dukungan semua pihak, terutama masyarakat Banten yang dicintainya.(ris)











