Portalkota – Pertumbuhan pesat investor ritel pasar modal Indonesia, yang mencapai 20,36 juta investor pada akhir 2025, membawa tantangan baru dalam menjaga stabilitas sistem dan meningkatkan literasi transaksi digital.
Perusahaan sekuritas teknologi pun dituntut untuk memastikan keandalan platform sekaligus mengedukasi pengguna.
Associate Vice President Marketing Ajaib, Azizah menekankan bahwa di era investasi digital, aspek teknologi dan edukasi harus berjalan beriringan.
“Sistem transaksi saham bekerja secara real-time dan seluruh instruksi diproses persis seperti yang diinput oleh nasabah. Karena itu, selain memastikan sistem yang andal dan aman, kami juga terus mendorong pemahaman investor agar lebih teliti dalam setiap langkah transaksi,” ujar Azizah.
Berkaitan dengan komitmen transparansi, Azizah menyatakan bahwa isu terkait pengalaman transaksi yang sempat muncul pada pertengahan tahun lalu telah diselesaikan melalui proses komunikasi dan klarifikasi yang konstruktif.
“Kami mengapresiasi itikad baik nasabah tersebut untuk memverifikasi fakta dan menyampaikan perkembangan secara terbuka. Hal ini mencerminkan pemahaman yang kini telah utuh mengenai mekanisme fitur transaksi,” tambahnya.
**Baca Lainnya:
Puteri Indonesia DKI Jakarta 7 Ramaikan Wedding Open House ARYADUTA Lippo Village
Dengan adanya penyelesaian ini, masalah tersebut telah dinyatakan selesai sepenuhnya.
Sebagai perusahaan yang diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan menjadi anggota institusi pasar modal, Ajaib memastikan seluruh transaksi diproses secara transparan dan dapat ditelusuri.
Di sisi keamanan, platform ini telah menerapkan standar internasional ISO 27001 dan menjalani audit berkala oleh pihak independen.
Azizah menambahkan, edukasi kepada investor baru terus digencarkan melalui panduan dalam aplikasi untuk membantu pengguna memahami alur transaksi dan risiko yang menyertai.
“Upaya ini dilakukan agar investor dapat mengambil keputusan dengan lebih sadar dan terukur,” jelasnya.
Ke depan, Ajaib berkomitmen untuk terus mengembangkan teknologi dan mendukung partisipasi investor ritel, termasuk melalui akses digital ke penawaran umum perdana saham (e-IPO) dengan pengawasan regulator.
“Dengan sistem yang andal dan pemahaman pengguna yang baik, Ajaib percaya ekosistem pasar modal digital dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” tutupnya.(ris)









