Portalkota — Pernahkah Anda menyadari betapa otomatisnya gerakan sederhana seperti melangkah, menulis, atau tersenyum? Semua itu terjadi berkat zat kimia bernama dopamin, yang berperan sebagai neurotransmitter pengatur koordinasi gerak, motivasi, dan suasana hati.
Namun, ketika produksi dopamin di otak menurun drastis akibat kerusakan sel saraf di area substantia nigra, tubuh kehilangan kemampuan mengatur gerakan dengan normal. Kondisi inilah yang menjadi dasar dari penyakit Parkinson.
Gejala dan Dampaknya
Parkinson berkembang perlahan, sering dimulai dengan gejala yang tampak ringan. Beberapa tanda awal yang perlu diwaspadai meliputi:
· Tremor (gemetar) pada tangan, lengan, atau kaki saat beristirahat.
· Bradikinesia (gerakan melambat), membuat aktivitas sederhana seperti mengancing baju menjadi sulit.
· Kekakuan otot yang menimbulkan rasa tegang atau nyeri.
· Gangguan keseimbangan yang meningkatkan risiko jatuh.
· Perubahan ekspresi wajah atau suara yang menjadi datar dan pelan.
Dampaknya tidak hanya fisik. Penurunan dopamin juga dapat memengaruhi emosi, pola tidur, dan fungsi kognitif, sehingga menurunkan kualitas hidup secara menyeluruh.
**Baca Lainnya: Tingkatkan Layanan Jemput Bola, Pemkot Tangsel Resmikan Ngider Sehat Premium
Penanganan dan Terapi
Meski belum dapat disembuhkan, gejala Parkinson dapat dikelola dengan terapi yang tepat untuk mempertahankan kualitas hidup pasien. Beberapa pendekatan yang umum meliputi:
· Obat-obatan pengganti dopamin, seperti levodopa dan agonis dopamin.
· Fisioterapi dan terapi okupasi untuk menjaga kelenturan dan kekuatan otot.
· Dukungan nutrisi dan psikologis.
· Stimulasi otak dalam (Deep Brain Stimulation/DBS) untuk kasus tertentu.
Tips Menjaga Kualitas Hidup
Hidup dengan Parkinson tetap dapat dijalani dengan bermakna melalui pengelolaan yang baik. Beberapa langkah yang dapat membantu antara lain:
· Tetap aktif bergerak sesuai kemampuan.
· Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
· Menjaga pola tidur dan hidup sehat.
· Konsultasi rutin dengan dokter spesialis saraf.
Memahami peran dopamin dan dampak penurunannya tidak hanya meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala dini, tetapi juga mendorong empati terhadap penderita. Dengan deteksi dini, terapi yang tepat, serta dukungan lingkungan, penderita Parkinson dapat tetap produktif dan menikmati kehidupan.(ris)












