Portalkota – Maraknya kasus penipuan berkedok asmara atau love scamming di dunia maya mendorong Pemerintah Kota Tangerang untuk memberikan ‘jurus jitu’ bagi warganya.
Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), pemerintah berupaya meningkatkan literasi digital dan kewaspadaan masyarakat terhadap modus penipuan yang menargetkan sisi emosional korban ini.
Kepala Diskominfo Kota Tangerang, Mugiya Wardhany mengungkapkan bahwa modus ini sangat berbahaya karena menyerang secara psikologis.
“Para pelaku love scamming biasanya adalah manipulator. Mereka membangun kepercayaan korban dengan janji manis dan perhatian yang intens, namun pada akhirnya tujuannya adalah pemerasan atau pencurian data pribadi,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan dugaan penipuan melalui kanal resmi, seperti aplikasi Tangerang LIVE pada fitur LAKSA atau Call Center 112.
”Kami ingin warga Kota Tangerang menjadi masyarakat yang literat secara digital. Dengan kewaspadaan tinggi, kita bisa bersama-sama memutus rantai kejahatan siber,” ungkapnya.
**Baca Lainnya:
Tujuh Unit Pompa Dikerahkan, Penanganan Banjir di Kecamatan Periuk Dipercepat
Lima Langkah Praktis Hindari Love Scamming
Untuk membentengi masyarakat, Diskominfo Kota Tangerang merangkum lima panduan praktis:
1) Verifikasi dengan Teknologi: Gunakan fitur reverse image search di mesin pencari untuk memastikan foto profil lawan bicara bukan hasil curian.
2) Uji Konsistensi Komunikasi: Waspadai keengganan melakukan panggilan video langsung. Jika dilakukan, perhatikan kesinkronan gambar dan suara untuk menghindari rekaman palsu.
3) Bentengi Data Rahasia: Jangan pernah membagikan data sensitif seperti NIK, alamat, atau foto/video pribadi yang dapat digunakan untuk pemerasan (sextortion).
4) Abaikan Rayuan Finansial: Segera putus komunikasi jika lawan bicara mulai membahas kesulitan keuangan atau meminta sejumlah uang dengan berbagai alasan.
5) Utamakan Logika: Selalu gunakan nalar kritis dalam hubungan daring. Cinta sejati tidak dimulai dengan permintaan transfer uang. Jika ada hal yang tidak masuk akal, segera tinggalkan.
Dengan menerapkan langkah-langkah preventif ini, diharapkan masyarakat Kota Tangerang dapat lebih cerdas dan aman dalam berinteraksi di ruang digital.(ris)












